Desa Budaya Tampil di Selasa Wagen

Penampilan dari salah satu desa budaya dalam Pentas Desa Budaya Selasa Wagen 2020 di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jogja, Selasa (18/2/2020). - Harian Jogja/Sunartono
18 Februari 2020 21:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak delapan desa budaya yang ada di DIY tampil dalam pembukaan Pentas Desa Budaya Selasa Wagen 2020 di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jogja, Selasa (18/2/2020). Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi desa budaya untuk unjuk potensi, mulai dari seni budaya hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kabid Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY Eni Lestari Rahayu menjelaskan Pentas Desa Budaya Selasa Wagen 2020 akan berlangsung sebanyak delapan kali, dan berakhir pada Oktober mendatang.

Sebanyak delapan desa budaya ditampilkan dalam perhelatan ini masing-masing berasal dari Gunungkidul, yakni Giring dan Giripurwo; Kabupaten Sleman, yakni Girikerto dan Margoagung; Kulonprogo, yakni Hargomulyo dan Brosot; serta Bantul, yakni Bangunjiwo dan Dlingo.

"Ini merupakan show dari potensi setiap desa budaya, tidak hanya dari sisi seni tetapi ada UMKM, kerajinan dan berbagai warisan budaya lainnya kami tampilkan. Rata-rata unggulan dari masing-masing desa budaya," kata dia, Selasa (18/2/2020).

Setiap gelaran Selasa Wagen, imbuh dia, hingga Oktober mendatang akan tampil delapan desa budaya. Sehingga sebanyak 56 desa budaya memiliki kesempatan tampil di Pentas Desa Budaya Selasa Wage. "Kami juga memfasilitasi upacara adat di 56 desa budaya. Di Gunungkidul ada 15 desa, Kulonprogo 15 desa, Sleman 12 desa, Bantul 12 desa dan Kota Jogja ada dua kelurahan. Upacara adat ini jadi salah satu parameter desa budaya ," katanya.

Selain itu pihaknya juga akan memberikan ruang kepada desa budaya untuk bisa pentas di Yogyakarta International Airport (YIA) di bulan Juni yang bersamaan dengan banyaknya kedatangan wisatawan.

Desa budaya, kata dia, akan diberikan fasilitas gamelan perunggu. Jika tahun lalu sudah dibagikan sebanyak 13 set, tahun ini juga akan dibagikan dengan jumlah yang sama. “Tahun depan akan dibagikan 10 set sehingga pada 2021 seluruh desa budaya sudah memiliki gamelan perunggu. Kami juga berikan seragam pengrawit untuk setiap desa budaya. Selain itu kami akan berikan peningkatan sumber daya manusia untuk pendamping desa budaya. Tahun ini naik jadi 112 pendamping dari sebelumnya sebanyak 80 pendamping," kata dia.

Desa Mandiri

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho berharap desa budaya bisa menjadi desa mandiri untuk kegiatan kebudayaan bisa mewarnai baik dari sisi tata nilai, bahasa, adat istiadat, seni. Sebanyak 56 desa budaya ini didirikan sejak 2016 silam, setelah itu akan dievaluasi karena beberapa desa rintisan yang menghendaki menjadi desa budaya akan dilakukan evaluasi. "Ada proses seleksinya, penilaian dari tim monitoring dan evaluasi," katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji berharap melalui desa budaya bisa meningkatkan pemberdayaan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga desa tersebut. "Ini menjadi bagian dari nguri-uri kebudayaan, di mana budaya memiliki potensi luas dimensi olah budaya. Kami mengapresiasi Dinas Kebudayaan DIY dalam kegiatan ini," ucapnya.