Gen Z, AI, dan Pemangkasan Anggaran Perpusnas Jadi Tantangan Literasi
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat meninjau laboratorium virologi, BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X menegaskan lebih mengutamakan keselamatan warganya ketimbang apapun.
Hal itu disampaikan Sultan merespons wabah Covid-19 yang kini tengah melanda Indonesia tak terkecuali DIY.
Sultan membuka masukan dari berbagai pihak untuk menentukan kebijakan dalam penanganan Covid-19. Hal itu dibahas dalam dialog, Budaya Kesehatan dan Dampak Perekonomian Daerah di Ndalem Gamelan, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Rabu (18/3/2020).
Acara yang digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY itu dihadiri Sri Sultan HB X, GKR Hemas serta berbagai kelompok masyarakat, pelaku ekonomi dan pejabat di lingkungan Pemda DIY. Dalam kesempatan itu Gubernur mengatakan pihaknya membuka komunikasi dengan berbagai asosiasi dengan harapan pemerintah bisa mendapatkan masukan terkait dampak Covid-19.
Sehingga di saat nanti ada kebijakan seperti status awas dan lainnya harus diantisipasi.
Ia mengatakan dari sisi perhotelan misalnya, tamu kalau turun sampai 40%, perlu dilihat apakah sudah merumahkan pegawai atau belum dan lain sebagainya.
Data itu sangat penting karena penyebaran Corona, begitu akses ditutup dan semua orang tidak boleh masuk jelas semuanya akan habis.
Harapannya semua pihak di DIY siap dalam kondisi apapun dalam keadaan baik melalui jalinan kebersamaan. Pemda DIY tidak akan gegabah dalam memutuskan lebih lanjut terkait kebijakan dampak corona ini.
"Memang kita bicara pertaruhan nyawa atau ekonomi ya mesti nyawa yang diutamakan. Tetapi masih ada ruang yang bisa dibuka karena kondisinya Jogja berbeda dengan daerah lain di sekeliling kita jadi ruang masih dibuka," katanya dalam dialog tersebut.
Sultan mengajak semua pihak untuk hidup bersih, karena mengeluarkan kebijakan saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan Covid-19. Masyarakat Jogja harus paham menjaga kebersihan seperti cuci tangan dan sejenisnya. Masyarakat harus sadar bagaimana mengantisipasi dari sisi kesehatan terutama agar tetap menjaga kebersihan. Begitu juga pihak yang bergerak di bidang pariwisata agar bisa memahami.
"Paling mudah ya close, tetapi saya tidak mau, saya bisa menentukan apapun tetapi harapan saya dalam menentukan apapun itu harus mengamankan rakyat saya. Dalam arti masyarakat juga harus siap jadi subjek bukan objek kekuasaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Bantul menargetkan surplus beras 100.000 ton pada 2026 dengan perluasan tanam padi hingga 35.000 hektare meski konsumsi beras warga menurun.
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi
Menkeu Purbaya menyebut Presiden Prabowo segera meluncurkan insentif baru kendaraan listrik berupa PPnBM 100% dan PPN DTP 40%.
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027.