HUT ke-81 RI, IDM Resmikan Rumah Layak Huni di Sleman
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Ilustrasi ibadah salat./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sleman memastikan seluruh masjid di wilayah Sleman tetap melaksanakan salat Jumat berjemaah. Sedangkan bagi warga yang sedang sakit dianjurkan untuk melaksanakan salat zuhur di rumah saja.
Sekretaris Umum MUI Sleman Arif Mahfud mengatakan belum ada laporan yang diterima masjid di Sleman tidak menggelar salat Jumat secara berjemaah. Alasannya, wilayah Sleman sampai saat ini bukan termasuk daerah yang dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) virus Covid-19.
"Sebenarnya Dewan Masjid Indonesia yang mengkoordinasi ini. Tetapi sejauh ini, belum ada laporan adanya masjid yang tidak menggelar salat Jumat berjemaah. Semua masjid masih menggelar salat Jumat berjemaah," katanya, Kamis (19/3/2020).
Meskipun begitu, MUI tetap mengingatkan warga untuk tetap hati-hati dan waspada dengan kondisi saat ini. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, MUI meminta agar jemaah masjid untuk memperhatikan kerenggangan shaf. Jamaah juga diminta untuk membawa perlengkapan solat sendiri-sendiri.
"Kami juga meminta agar masjid tetap dibersihkan setiap hari dan menyediakan sabun cair bagi jamaahnya," kata Arif.
Adapun warga yang sedang sakit dihimbau untuk tidak memaksakan diri mengikuti solat Jumat di masjid. Bagi jamaah yang mengalami flu, batuk dan pilek dianjurkan menggunakan masker. "Kalau yang demam atau kondisi kesehatannya tidak baik, kami sarankan untuk tidak solat di masjid dulu, ya saling menjaga diri. Ini hanya imbauan (lisan), bukan keputusan (tertulis)," kata Arif.
Terpisah, Takmir Masjid Agung Sudirohusodo Sleman Agaerul menyatakan, salat Jumat berjamaah tetap dilaksanakan di masjid itu. Hanya saja, durasi solat diperpendek dari biasanya. "Kami gelar hanya 20 menit saja. Saya sudah sampaikan ke katib maksimal solat 15 menit, kalau sebelumnya antara 20 hingga 30 menit," katanya.
Adapun materi yang akan disampaikan, katanya, terkait wabah virus Corona. Langkah tersebut dilakukan sebagai sosialisasi bagi warga yang belum memahami virus tersebut. Takmir juga menyediakan hand sanitizer bagi jamaah yang membutuhkan. "Jemaah salat Jumat kami antara 1.500 hingga 2.000 orang. Paling banyak dari PNS, warga dan musafir. Kami anjurkan untuk membawa sajadah dari rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Putus kuliah karena kendala biaya, Muhammad Audi kini menatap masa depan lewat usaha Kopi Roro dari Danais DIY 2026.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.
BMKG memprediksi kemarau di Jateng selatan, khususnya Cilacap, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat El Nino sangat kuat.