JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, saat meninjau Bendungan Jowinantang di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo. Selasa (29/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Desa (Pemdes) Pacarejo, Kecamatan Semanu, menggagas pembentukan objek wisata alam di Bendungan Jowinantang yang berlokasi di Dusun Ngampo. Meski demikian, sejak dibangun di 2018 hingga saat ini objek tersebut masih butuh banyak penyempurnaan.
Kepala Desa (Kades) Pacarejo, Suhadi, mengatakan jajarannya sudah memiliki rencana pengembangan objek wisata alam di Bendungan Jowinantang. Sesuai dengan penyusunan detail engineering design (DED) dibutuhkan anggaran mencapai Rp13,7 miliar. “Dana ini untuk keseluruhan pembangunan,” katanya, Kamis (19/3/2020).
Menurut dia, pembangunan bendungan untuk objek wisata ini sudah dimulai pada 2017. Hanya, pembangunan bisa terlihat saat Pemdes mendapatkan bantuan program infrastruktur sosial ekonomi wilayah dari Pemerintah Pusat di 2018. Saat itu Pemdes Pacarejo mendapatkan bantuan Rp590 juta untuk pembangunan. “Dana yang diterima semuanya digunakan untuk membangun Bendungan Jowinantang,” katanya.
Meski demikian, Suhadi mengakui proses pembangunan sempat terhenti karena Pemdes tak memiliki alokasi anggaran. Rencananya program dilanjutkan di 2021 dengan memanfaatkan anggaran yang dimiliki desa. selain itu, Pemdes juga berusaha untuk mengakses anggaran yang dimiliki pemerintah guna menyelesaikan pembangunan. “Tidak hanya menikmati pemandangan di susur sungai, di lokasi nantinya juga dilengkapi dengan gedung pertemuan,” katanya.
Untuk saat ini pembangunan sejumah prasarana belum sempurna seperti DED yang disusun. Mengenai target penyelesaian, Suhadi tidak mematok tahun tertentu. Menurut dia, proses sangat tergantung dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemdes Pacarejo. “Prosesnya bertahap dan sebisa mungkin setiap tahun ada anggaran untuk menyelesaikan,” katanya.
Salah seorang warga Desa Pacarejo, Suparno, mengakui Bendungan Jowinantang sangat potensial untuk dikembangkan. Menurut dia, upaya pembangunan sudah dilakukan, tapi hingga sekarang belum selesai seperti yang direncanakan. “Harapannya bisa diselesaikan dan saya yakin bendungan ini bisa menjadi destinasi wisata alternatif di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Reuters dan CNA menyoroti dampak karhutla Indonesia. Sebanyak 1,4 juta siswa belajar dari rumah, sembilan taman nasional ditutup, dan kabut asap meluas.
Ahmed Al Kaf resmi pensiun setelah 20 tahun menjadi wasit. Pengadil asal Oman itu dikenang publik Indonesia karena laga kontroversial Bahrain vs Timnas Indonesi
Harga RAM, SSD, dan GPU naik akibat permintaan AI. Masihkah merakit PC sendiri lebih murah dibanding membeli PC jadi pada 2026? Simak analisis lengkapnya.
Elkan Baggott tampil sebagai starter saat Millwall kalah telak 0-3 dari Wrexham di Championship. Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Millwall.
iPhone Ultra dikabarkan tetap membawa MagSafe meski bodinya hanya 4,5 mm saat dibuka. Simak bocoran layar, kamera, Touch ID, harga dan jadwal rilis.