Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sejumlah difabel mengikuti Survei Aksesibilitas dan Audiensi di Dinas Sosial Jogja, Selasa (26/3/2019)../Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Masyarakat Difabel Indonesia menilai pemerintah belum mampu mengakomodasi kebutuhan difabel untuk menghadapi pandemi corona. Padahal, difabel merupakan kelompok rentan khususnya dalam menghadapi bencana termasuk bencana non alam corona.
Direktur Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab), Suharto, menjelaskan pemerintah belum mampu merespon kebutuhan difabel akan informasi yang aksesibel. "Dari sekian banyak informasi publik oleh pemerintah, kami belum melihat akses informasi yang inklusif," ujarnya, Kamis (19/3/2020).
Ia mencontohkan dalam setiap konferensi pers terkait corona dari pemerintah, tidak pernah disediakan Juru Bahasa Isyarat. Akibatnya informasi yang disampaikan tidak mampu diakses difabel tuli.
"Informasi yang komprehensif terkait pencegahan untuk penularan dan tertular, pemeriksaan gejala, pengobatan, serta layanan pengaman sosial selama proses penyembuhan seharusnya diproduksi dengan mempertimbangkan akses bagi difabel," ujarnya.
Berdasarkan Pasal 20 UU No. 18/2016 tentang Penyandang Disabilitas, pemerintah berkewajiban untuk menjamin difabel mendapatkan informasi yang mudah diakses akan adanya bencana, mendapatkan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana, mendapatkan prioritas dalam proses penyelamatan dan evakuasi dalam keadaan bencana.
Maka pihaknya bersama aliansi Masyarakat Difabel Indonesia mendesak pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat bagi difabel, mendistribusikan perlengkapan pelindung dori yang memadai, menyediakan informasi yang mudah diakses serta memantau pelayanan kepada difabel di seluruh daerah.
Terkait informasi yang akses ini, sebelumnya Komisi Informasi Daerah (KID) DIY juga mendesak pemerintah untuk menyediakan informasi yangbenar bagi masyarakat. Ketua KID DIY, Muhammad Hasyim, mengatakan informasi terkait detail penanganan, antisipasi dan deteksi awal belum banyak diketahui masyarakat.
“Mendorong tim penanganan virus corona atau satgas untuk memberikan informasi yang akurat, cepat, benar dan tidak menyesatkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pendidikan DIY diperkuat melalui kolaborasi daerah, digitalisasi data, dan strategi menekan anak tidak sekolah dalam KPI 2026 di UNY.
Pemkab Klaten luncurkan beasiswa kuliah Rp1 miliar. Bupati Hamenang pastikan akses pendidikan merata bagi warga kurang mampu.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Inflasi DIY Juni 2026 naik 0,37% dipicu BBM. BI DIY pastikan tetap terkendali dalam target nasional 2,5±1%.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.