Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Warga binaan dan petugas Rutan Kelas IIB Wates saat mendengarkan kotbah dalam Salat Id di halaman dalam Rutan Kelas IIB Wates, Rabu (5/6/2019).- Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO - Di tengah mewabahnya penyebaran Covid-19 sejumlah masjid di Kapanewon Wates tetap melakukan salat jemaah. Tak terkecuali pada salat Jumat. Meski tetap melaksanakan salat Jumat beberapa masjid meningkatkan intensitas pembersihan masjid.
Ketua Takmir II Masjid Jami\' Wates, Ribut Dwi Priyono menjelaskan salah satu langkah yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid - 19 yakni dengan menggulung karpet. Seluruh karpet di masjid tersebut digulung tanpa terkecuali.
"Penggulungan karpet adalah langkah sederhana yang paling bisa dilakukan, keputusan ini diambil setelah melakukan rapat takmir," ujar Ribut.
Sebelum dilakukan penggulungan karpet, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi terhadap jemaah masjid untuk membawa sajadah sendiri bila ingin salat berjamaah. "Upaya penggulungan karpet ini sifatnya inisiatif dari takmir, melihat kondisi yang terjadi," ujar Ribut ditemui pada Kamis (19/3/2020) di Masjid Jami\' Wates.
Ribut sebenarnya berharap Masjid Jami\' Wates bisa disemprot disinfektan. Pasalnya hingga saat ini belum ada penyemprotan dari pemerintah. Para takmir sebenarnya siap untuk melakukan penyemprotan mandiri. Namun Ribut mengaku bingung apa bahan yang digunakan untuk disinfektan dan bagaimana cara mendapatkannya. "Kalau alat semprotnya teman-teman ada, cuma bahan buat semprotnya itu apa saja enggak tahu," ujar Ribut.
Hal serupa juga terjadi di Masjid Agung Kulonprogo. Meski masih melaksanakan salat jemaah termasuk sholat jumat, Masjid Agung Kulonprogo juga belum disemprot disinfektan. Takmir Bagian Seksi Keamanan Masjid Agung Kulonprogo, Muhammad Irsyad mengatakan takmir pun akhirnya sepakat untuk melakukan tindakan preventif dengan menggulung 80% karpet yang ada.
"Alasan masih kami sisakan tiga buah karpet di depan untuk mengakomodasi para jemaah dari perjalanan jauh yang barangkali tidak membawa sajadah," kata Irsyad.
Namun Irsyad menjelaskan meski ada karpet yang belum digulung, pihak takmir telah memberikan pengumuman khususnya kepada jemaah di sekitar masjid untuk selalu membawa sajadah jika ingin berjamah. "Kalau jemaah tetap, hampir semuanya sudah bawa sekarang, awalnya dulu belum bawa sajadah kalau ke masjid," ujar Irsyad.
Penanganan lebih jauh juga dilakukan takmir Masjid Agung Kulonprogo dengan melakukan pengepelan lantai masjid yang bisa sampai tiga kali sehari. Pemberisihan dengan dengan mengepel seluruh lantai masjid pada pagi, siang, dan menjelang magrib.
Tidak hanya itu, lantai dan tembok keran wudhu pun tak luput dari sikat yang dilakukan sehari dua kali. "Kami berharap para jemaah turut membantu menghadapi Corona (Covid - 19) ini dan semoga wabah ini segera berlalu sehingga jemaah bisa tenang kembali untuk berjemaah di masjid," ujar Irsyad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.