Sebelum Tahu Positif Corona, Sejumlah Pejabat Kejati DIY Besuk Pasien Terinfeksi Covid-19 di Bantul

Bupati Bantul Suharsono (kiri) saat memberi pengarahan tentang Prioritas Kegiatan dan Anggaran Perencanaan Anggaran 2020 kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung Parasamya, Komplek Pemerintan Kabupaten Bantul, Kamis (9/5/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
22 Maret 2020 00:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Bupati Bantul Suharsono menyatakan sejumlah pejabat di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY diketahui membesuk seorang pasien positif terinfeksi Covid-19 yang kini dirawat di Bantul.

Pasien yang kini dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul itu saat dibesuk oleh sejumlah pejabat belum diketahui positif terinfeksi Corona.

Bupati Bantul Suharsono awalnya menceritakan kondisinya yang juga ikut membesuk pasien yang merupakan salah satu pejabat tinggi instansi vertikal di Bantul tersebut melalui media sosial. Saat dikonfirmasi ia mempersilakan Harianjogja.com mengutip pernyataannya di media sosial.

Saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Suharsono membenarkan dan mempersilakan pernyataannya dikutip media ini. “Ya monggo memang saya bezoek [besuk] di RS UII 10 hr Yll [di Rumah Sakit UII 10 hari yang lalu] dan belum terdeteksi kena Corona [pasien yang kini positif] maka waktu itu banyak dari pejabat Kajati juga yg bezoek,” kata Suharsono, melalui pesan singkat selular, Sabtu (21/3/2020) malam.

Sebelumnya pada Sabtu malam pula, Suharsono menyatakan ia kini menjalani isolasi mandiri setelah membesuk pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona di wilayah ini.

Pasien tersebut adalah pejabat publik yang merupakan salah satu aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di instansi vertikal di Bantul. Namun saat ini kondisi Suharsono dalam keadaan sehat dan hasil pemeriksaan Covid-19 dinyatakan negatif.


Hal tersebut diakui Suharsono dalam statusnya di media sosial Facebook terkonfirmasi yang diunggah pada Sabtu (21/3/2020) malam, sekitar pukul 21.22 WIB. Dalam status yang sudah dikonfirmasi langsung oleh Suharsono, ia menuliskan perlunya menyampaikan kondisinya saat ini ditengah informasi yang simpang siur. Ia mengaku memang dirinya membesuk ASN yang dinyatakan positif tersebut Covid-19, beberpa waktu lalu di salah satu rumah sakit swasta.


Pada saat membesuk pasien tersebut, kata Suharsono, pihak rumah sakit tidak mendeteksi adanya infeksi Covid-19 sehingga pihak rumah sakit mengizinkannya membesuk. Selang beberapa hari pasien tersebut juga dierbolehkan pulang karena kondisinya sudah

Beberapa hari kemudian, ASN yang dibesuk tersebut kembali memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Daerah panembahan Senopati Bantul. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pasien itu dinyatak positif terinfeksi Covid-19.

“Kemudian saya melakukan cek kesehatan. Alhamdulillah hasilnya negatif. Namun begitu sesuai protokol kesehatan saya melakukan isolasi mandiri yang insha Allah berakhir Senin besok,” kata Suharsono dalam statusnya.

Meski menjalani karantina mandiri, namun ia memastikan jalannya pemerintahan tetap berlangsung dengan menggunakan teknologi informasi yang sudah ada.

Ia mengimbau kepada masyarakat Bantul khususnya untuk melaksanakan instrutksi Bupati Bantul yang sudah ia tanda tangani, beberapa waktu lalu.

“Saya berusaha mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk mencegah semakin meluasnya persebaran virus [Covid-19) ini. Mari kita bersama-sama memeranginya,” kata dia.