Mengharukan, Seperti Ini Upacara Penghormatan untuk Guru Besar UGM, Prof Iwan yang Meninggal karena Covid-19

Upacara penghormatan untuk almarhum guru besar Farmakologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Iwan Dwiprahasto di Balairung UGM, Selasa (24/3/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
24 Maret 2020 13:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara penghormatan untuk almarhum guru besar Farmakologi UGM, Prof. Iwan Dwiprahasto di Balairung UGM, Selasa (24/3/2020). Upacara digelar secara berbeda dari biasanya.

Jika biasanya upacara penghormatan dilakukan di hadapan jenazah, kali ini upacara penghormatan digelar para civitas akademika UGM tanpa jenazah almarhum. Jenazah Prof. Iwan dari ruang jenazah RSUP Dr. Sardjito langsung dibawa ke Pemakaman Sawitsari UGM.

"Hari ini tanggal 24 Maret pagi hari pukul 8 langsung diberangkatkan dari ruang jenazah menuju Pemakaman Sawitsari UGM. Tidak melewati Balairung seperti biasanya," kata PLH Direktur RSUP Dr. Sardjito, Rukmono Siswihanto, usai upacara penghormatan.

Upacara tersebut digelar pada Selasa pagi pukul 07.30 WIB. Dipimpin oleh Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, peserta upacara sejumlah belasan orang bersidi dengan saling berjarak. Hampir semua hadirin mengenakan masker.

Guru besar UGM, Profesor Iwan Dwiprahasto meninggal dunia pada Selasa (24/3/2020) pukul 00.04 WIB di RSUP Dr. Sardjito.Sebelumnya, ia dikonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu (18/3/2020).

Profesor Iwan Berjasa Besar dalam Farmakologi

Kepergian Prof. Iwan menyisakan duka yang mendalam bagi civitas akademika UGM. Rektor UGM Prof. Panut Mulyono mengenang Prof. Iwan sebagai sosok yang berjasa dalam bidang farmakologi. Hal ini disampaikannya dalam acara penghormatan terakhir Almarhum Prof. Iwan Dwiprahasto di Balairung UGM, Selasa (24/3/2020).

Panut menuturkan dalam pidato pengukuhan Guru Besar UGM pada 7 Januari 2008 lalu, Iwan sempat menyampaikan kurangnya informasi terhadap bukti ilmiah baru tentang obat dan farkamoterapi tetap menghantui kalangan prefesional kesehatan di negara berkembang, salah satunya di Indonesia.

Hal ini menjadikan off-label use of drug atau penggunaan obat di luar indikasi yang direkomendasikan sangat marak terjadi dalam praktik keseharian. Sayangnya, kelemahan ini dimanfaatkan sebagian duta farmasi untuk membanjiri para dokter dengan informasi tentang obat mereka.

“Dalam pidatonya, beliau mengajak para profesional kesehatan untuk senantiasa mengacu pada bukti-bukti ilmiah terkini untuk menjaga kesehatan masyarakat. Keeping up to date bukanlah sekedar slogan tapi merupakan prasyatat fundamental dalam implementasi Evidence Based Medicine (EBM),” kata Panut saat mengutip Iwan.

Panut juga mengenang Iwan karena telah memberi sumbangsih besar bagi pengembangan universitas dengan keaktifannya sebagai pemimpin fakultas dan universitas. Seperti diketahui, Iwan merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan semasa Prof. Pratikno menjabat sebagai Rektor UGM.

“Selama beliau mengemban jabatan-jabatan tersebut, Prof. Iwan Dwiprahasto senantiasa memberikan terobosan-terobosan baru khsusunya untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di UGM. Tugas kita cukup berat untuk mampu meneruskan perjuangan beliau, mengembangkan ilmu yang telah beliau tinggalkan, meneruskan memajukan UGM yang kita cintai bersama,” paparnya.

Iwan dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazahnya langsung diberangkatkan dari ruang jenazah RSUP Dr. Sardjito tanpa dibawa ke rumah duka maupun Balairung UGM terlebih dahulu. Prosesi pemakaman digelar cepat dan sempat disiarkan langsung oleh UGM lewat akun Instagramnya di akun @ugm.yogyakarta.