Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Caturtunggal yang Meninggal Kecewa dengan Pemerintah

Foto ilustrasi. - Reuters
27 Maret 2020 17:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pasien positif Covid-19 yang merupakan warga Caturtunggal, Depok, Sleman meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Perwakilan keluarga pasien tersebut menyesalkan belum mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium dari rumah sakit maupun pemerintah. Sedangkan saat ini, ayahnya diberitakan meninggal karena positif Corona di Sleman.

Anak pasien, Dwi KS menjelaskan, sampai saat ini keluarga mengetahui hasil laboratorium dari berita media. Padahal baik pihak RS dan Dinas Kesehatan belum memberikan hasil resmi kepada keluarga.

"Kami sebenarnya menunggu tindakan dari Dinkes untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada kami sebagai keluarga, jika memang hasil laboratorium bapak positif," ujarnya, Jumat (27/3/2020).

Ia menambahkan, saat ini kondisi keluarga inti berada dalam keadaan sehat.

"Karena memang kondisinya belum ada pemeriksaan laboratorium kepada kami," ungkapnya.

Dwi menjelaskan almarhum diketahui memiliki penyakit penyerta yaitu kanker dan strok, sudah lama kerap keluar masuk RS untuk mendapatkan tindakan pengobatan.

"Terakhir masuk IGD, ada beberapa faktor yang menyebabkan bapak diambil sampel laboratorium untuk Corona dan berstatus sbg pasien dalam pengawasan (PDP)," terangnya.

Sampai ayahnya wafat dan berstatus PDP, maka keluarga mengikuti prosedur penanganan jenazah yang diberikan RS, yaitu menggunakan peti yang sudah steril, mengikuti proses pemandian yang diurus oleh RS dan peti tidak boleh dibuka sampai disemayamkan.

"Kami percaya bahwa semua ini adalah kehendak Allah SWT dan insya Allah kami ikhlas. Ada tidaknya konfirmasi atau tindak lanjut dari Dinkes mengenai hal ini kami sekeluarga akan tetap melakukan isolasi diri," ungkapnya.

Selanjutnya, dalam keterangan yang sama, ia memohon maaf sebesar-besarnya atas musibah tersebut, yang terjadi di luar kuasa keluarga, sehingga menimbulkan keresahan.

"Kami memohon sekali untuk tidak langsung percaya dengan berita yang disebarkan oleh media begitu saja, tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, total ada delapan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sleman. Tiga di antaranya meninggal dunia, lima dirawat di rumah sakit.

"Kasus meninggal dunia yang di Caturtunggal sudah meninggal sebelum diketahui hasil labnya. Baru setelah beliau meninggal hasil lab menunjukkan positif," jawabnya singkat.

Sumber : Suara.com