Imbas Corona, Stok Darah di Bantul Sudah Darurat

Ilustrasi golongan darah. - Google
28 Maret 2020 21:57 WIB Hery Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Stok darah di PMI Bantul dalam kondisi sangat darurat. Sejak ramai pemberitaan Covid-19, jumlah pendonor darah menurun drastis.

Ditambah lagi banyak jadwal mobil unit transfusi darah keliling yang dibatalkan operasionalnya. Padahal saat ini rumah sakit atau fasilitas kesehatan harus tetap siaga memberikan pelayanan kesehatan untuk penyakit lainnya.

Hingga Sabtu sore (28/3/2020) stok darah di Bantul menipis. Untuk plasma darah (FFP) golongan A 19 kantong, B 11 kantong, O 23 kantong, dan AB 12 kantong. Lalu sel darah merah (PRC) golongan A 9 kantong, B 5 kantong, O 10 kantong, dan AB kosong. Sedangkan jumlah trombosit dari semua golongan darah kosong.

Biasanya, dalam sehari PMI Bantul bisa mendapatkan 40 kantong darah. Akibat pandemi Covid-19, PMI Bantul hanya mampu mendapatkan rata-rata 25 kantong darah.

Koordinator Pelestarian dan Pencarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Bantul Subandi mengatakan penurunan stok darah terjadi sejak berita soal wabah mulai gencar di tingkat daerah. Lebih tepatnya ketika DIY menetapkan tanggap darurat untuk penanganan Covid-19.

Sejatinya ada beberapa jadwal untuk mobil unit transfusi darah keliling. Namun akibat pandemi jadwal tersebut terpaksa dibatalkan. Stok darah pun otomatis berkurang signifikan. Sementara rumah sakit dan fasilitas kesehatan masih membutuhkan darah untuk menangani pasien gangguan ginjal, kelainan darah, pendarahan, dan kebutuhan di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Jadwal mobil unit batal semua. Stok darah pun jadi minim," katanya, kemarin. Subandi mengatakan pihaknya terus menginformasikan kebutuhan stok darah melalui grup WhatsApp.