Tren Pernikahan di Gunungkidul Menurun, Ini Penyebabnya
Angka pernikahan di Wonosari dan Gunungkidul menunjukkan tren menurun. Pendidikan, karier, ekonomi, jumlah penduduk, hingga relasi digital disebut menjadi fakto
Ilustrasi pemudik./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Jumlah pemudik di Gunungkidul terus bertambah bertambah. Total hingga Senin (30/3/2020) mencapai 4.301 orang.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengimbau kepada warga perantau untuk tidak mudik dahulu. Hal ini dikaernakan situasi dan kondisi belum memungkinkan karena adanya penyebaran penyakit corona. Meski demikian, apabila sudah terlanjur pulang diharapkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.
Karantina dimaksudkan untuk membatasi aktivitas pertemuan dengan warga lain sehingga potensi penyebaran bisa ditekan. “Kalau datang juga harus lapor ke RT atau RW. Jika sakit segera periksa ke pueskesmas terdekat,” katanya kepada wartawan, Senin (30/3/2020).
Menurut dia, hingga Senin pagi tercatat ada 4.301 pemudik yang masuk ke Gunungkidul. Adapun data tersebar merata di seluruh kecamatan.
"Dilihat datanya Kecamatan Paliyan memiliki data pemudik terbanyak, yakni 418 orang. Lainnya ada di kisaran 100-300an pemudik," katanya.
Di sisi lain, banyaknya pemudik yang pulang kampung halaman tidak lepas masih beroperasinya PO Bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Namun demikian sejak Selasa kemarin, PO Maju Lancar untuk menghentikan pengoperasian armada selama sepekan.
Direktur Operasional PO Maju Lancar, Adi Prasetyo mengatakan, penghentian armada sebagai upaya partisipasi dalam pencegahan corona. Selama berhenti seluruh armada akan dilakukan penyemprotan disinfektan dan upaya sterilisasi.
Ia menjelaskan penghentian opersional dari Wonosari menuju Jakarta, Bandung dan Merak dimulai Senin (30/3/2020) berlangsung hingga Senin (6/4/2020). Sedangkan untuk rute sebaliknya akan mulai berlaku mulai Rabu (1/4/2020) hingga Selasa (7/4/2020) mendatang. "Kepada warga yang telah memesan di tanggal tersebut bisa mengembalikan tanpa ada potongan sama sekali. Kami harap masyarakat bisa memaklumi kebijakan untuk penghentian sementara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka pernikahan di Wonosari dan Gunungkidul menunjukkan tren menurun. Pendidikan, karier, ekonomi, jumlah penduduk, hingga relasi digital disebut menjadi fakto
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.
Gilingan, Solo, mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dengan komposter dan mesin pencacah plastik.
UMK Gunungkidul 2027 mulai dibahas. Upah saat ini Rp2.468.378 per bulan, sementara buruh berharap indikator penetapan berubah.
Penyair Kanada Anne Carson meraih Nobel Sastra 2026 berkat karya inovatif yang memadukan puisi, fiksi, dan tradisi klasik.
Kasus DBD di Jogja mencapai 83 hingga awal Oktober 2026. Dinkes memperkuat PSN dan mengingatkan warga mewaspadai musim hujan.