Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi pemudik./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Jumlah pemudik di Gunungkidul terus bertambah bertambah. Total hingga Senin (30/3/2020) mencapai 4.301 orang.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengimbau kepada warga perantau untuk tidak mudik dahulu. Hal ini dikaernakan situasi dan kondisi belum memungkinkan karena adanya penyebaran penyakit corona. Meski demikian, apabila sudah terlanjur pulang diharapkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.
Karantina dimaksudkan untuk membatasi aktivitas pertemuan dengan warga lain sehingga potensi penyebaran bisa ditekan. “Kalau datang juga harus lapor ke RT atau RW. Jika sakit segera periksa ke pueskesmas terdekat,” katanya kepada wartawan, Senin (30/3/2020).
Menurut dia, hingga Senin pagi tercatat ada 4.301 pemudik yang masuk ke Gunungkidul. Adapun data tersebar merata di seluruh kecamatan.
"Dilihat datanya Kecamatan Paliyan memiliki data pemudik terbanyak, yakni 418 orang. Lainnya ada di kisaran 100-300an pemudik," katanya.
Di sisi lain, banyaknya pemudik yang pulang kampung halaman tidak lepas masih beroperasinya PO Bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Namun demikian sejak Selasa kemarin, PO Maju Lancar untuk menghentikan pengoperasian armada selama sepekan.
Direktur Operasional PO Maju Lancar, Adi Prasetyo mengatakan, penghentian armada sebagai upaya partisipasi dalam pencegahan corona. Selama berhenti seluruh armada akan dilakukan penyemprotan disinfektan dan upaya sterilisasi.
Ia menjelaskan penghentian opersional dari Wonosari menuju Jakarta, Bandung dan Merak dimulai Senin (30/3/2020) berlangsung hingga Senin (6/4/2020). Sedangkan untuk rute sebaliknya akan mulai berlaku mulai Rabu (1/4/2020) hingga Selasa (7/4/2020) mendatang. "Kepada warga yang telah memesan di tanggal tersebut bisa mengembalikan tanpa ada potongan sama sekali. Kami harap masyarakat bisa memaklumi kebijakan untuk penghentian sementara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.