Sembilan SD Negeri di Gunungkidul Tak Dapat Murid Baru pada SPMB 2026
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp141,1 miliar. Tetapi setelah adanya kebijakan baru berkaitan dengan penanggulangan Covid-19, alokasi berkurang menjadi Rp81,9 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto, mengatakan jajarannya menerima surat edaran dari Kementerian Keuangan No.S-247/MK.07/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang dan Jasa DAK Fisik 2020. Kebijakan penghentian tidak lepas dari adanya kebijakan pengurangan alokasi dari Pemerintah Pusat.
Meski demikian, tidak semua anggaran dikurangi karena DAK untuk kesehatan dan pendidikan bisa dilanjutkan. Dengan kebijakan ini maka jumlah alokasi yang diterima Pemkab berkurang.
“Proyek DAK yang boleh dilanjutkan hanya untuk pendidikan dan kesehatan, sedangkan untuk lainnya harus dihentikan,” kata Sri Suhartanto, Rabu (1/4/2020).
Untuk pengurangan Pemkab sudah membuat kajian dan diperkirakan jumlah DAK fisik berkurang sebesar Rp59,1 miliar. Perhitungan ini berdasarkan akumulasi alokasi anggaran yang tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP); Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hingga Dinas Lingkungan Hidup. “Yang masih terus dijalankan programnya kira-kira ada Rp81,9 miliar,” ujarnya.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan jajarannya menjadi OPD yang anggarannya paling banyak disetop. Dibandingkan dengan OPD lain, jumlah alokasi yang disetop mencapai Rp38 miliar. “Ada dana untuk pembangunan jalan, sanitasi, perumahan hingga irigasi pertanian,” katanya.
Dengan dikeluarkan surat edaran tersebut tak hanya proses pengadaan barang jasa yang dihentikan, tetapi alokasi anggaran juga tidak bisa dicairkan. “Praktis berhenti. Salah satu dampaknya pembangunan jalur wisata Kepek-Ngrenehan tidak bisa selesai tahun ini karena anggaran DAK sekitar Rp23 miliar tidak jadi cair,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Harga buyback emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada 19 Juni 2026. Simak daftar lengkapnya.
Top 10 berita Jogja hari ini 19 Juni 2026, dari kasus pungli lurah hingga kemenangan Inggris di Piala Dunia.
Swiss hajar Bosnia 4-1 di Piala Dunia 2026. Manzambi cetak brace, Xhaka tambah gol penalti.
Jadwal SIM keliling Jogja 19 Juni 2026 lengkap lokasi Alun-Alun Kidul, drive thru MPP, syarat, dan jam layanan.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dan terintegrasi. Cek daftar jalur terbaru serta tarif lengkap yang tetap murah dan ramah kantong.