Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp141,1 miliar. Tetapi setelah adanya kebijakan baru berkaitan dengan penanggulangan Covid-19, alokasi berkurang menjadi Rp81,9 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto, mengatakan jajarannya menerima surat edaran dari Kementerian Keuangan No.S-247/MK.07/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang dan Jasa DAK Fisik 2020. Kebijakan penghentian tidak lepas dari adanya kebijakan pengurangan alokasi dari Pemerintah Pusat.
Meski demikian, tidak semua anggaran dikurangi karena DAK untuk kesehatan dan pendidikan bisa dilanjutkan. Dengan kebijakan ini maka jumlah alokasi yang diterima Pemkab berkurang.
“Proyek DAK yang boleh dilanjutkan hanya untuk pendidikan dan kesehatan, sedangkan untuk lainnya harus dihentikan,” kata Sri Suhartanto, Rabu (1/4/2020).
Untuk pengurangan Pemkab sudah membuat kajian dan diperkirakan jumlah DAK fisik berkurang sebesar Rp59,1 miliar. Perhitungan ini berdasarkan akumulasi alokasi anggaran yang tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mulai dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP); Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hingga Dinas Lingkungan Hidup. “Yang masih terus dijalankan programnya kira-kira ada Rp81,9 miliar,” ujarnya.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan jajarannya menjadi OPD yang anggarannya paling banyak disetop. Dibandingkan dengan OPD lain, jumlah alokasi yang disetop mencapai Rp38 miliar. “Ada dana untuk pembangunan jalan, sanitasi, perumahan hingga irigasi pertanian,” katanya.
Dengan dikeluarkan surat edaran tersebut tak hanya proses pengadaan barang jasa yang dihentikan, tetapi alokasi anggaran juga tidak bisa dicairkan. “Praktis berhenti. Salah satu dampaknya pembangunan jalur wisata Kepek-Ngrenehan tidak bisa selesai tahun ini karena anggaran DAK sekitar Rp23 miliar tidak jadi cair,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Media Vietnam The Thao 247 sebut Timnas Indonesia bakal turun dengan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026. Maarten Paes hingga Jay Idzes siap bergabung.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00