Selama Belajar di Rumah, Ajak Anak Menikmati Rasa Bosan

Siswa Olifant School belajar mengolah bahan makanan belum lama ini. / Ist. - Olifant School
02 April 2020 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah pandemik virus Corona dan imbauan stay at home, anak-anak akan merasakan kebosanan sehingga perlu diupayakan pendekatan khusus agar tetap dapat bertahan di rumah.

Psikolog, Tim Kurikulum Life Skills & Character Building Olifant School-Child, Teens, and Education Psychologist dari SOA Jakarta, Hanlie Muliani mengatakan di tengah pandemi virus Corona seperti saat ini, anak-anak akan mengalami kebosanan saat menerapkan physical distancing.

“Anak-anak di rumah mulai mengatakan. Bosen nih ma, semua sudah, mau ngapain lagi ya? Bukan saja anak-anak, orang dewasa pun banyak yang mengalami bosan saat ini. Termasuk saya,” ucap Hanlie, Rabu (1/4).

Menurut dia, situasi saat ini memang beda. Jika liburan, anak-anak masih bisa bermain dengan teman-teman yang rumahnya berdekatan. Sekarang tidak sama sekali. Akibatnya, anak hanya bisa tinggal di rumah masing-masing.

“Saya jadi teringat ketika suatu hari, dalam situasi kehidupan yang normal. Anak pertama saya mengatakan seperti ini ke saya, Ma, bosen nih. Ngapain dong, bosen nih. Gak asyik nih. Pada saat itu saya merespons seperti ini, iya sedang bosan ya. Sekarang diterima dan dinikmati saja kebosanan yang ada saat ini,” ujarnya.

Dia menuturkan anak-anak perlu menyadari jika hidup tidak selamanya menarik, tidak selalu menyenangkan dan juga tidak mengasyikkan. Terkadang ada hal-hal yang terjadi yang tidak direncanakan, tidak diduga. Seperti saat ini, menghadapi pandemi Covid-19. Anak-anak perlu belajar menerima dan bertahan dengan si bosan atau menikmati rasa bosan.

Hanlie menyampaikan hidup menerima dan bertahan dengan bosan sangat penting dilatih. “Ketika mereka mempunyai suatu tujuan hidup, kesuksesan yang ingin diraih. Mereka akan menempuh perjalanan panjang untuk sampai pada tujuannya. Sebuah perjalanan maraton, bukan sprint. Artinya, perjalanan jauh atau panjang. Misalnya, ketika anak dalam perjalanan menyelesaikan studinya, si bosan pasti datang. Untuk bisa menyelesaikan perjalanan studinya dengan sukses, anak perlu bertahan saat lagi bosan. Keep doing it meskipun lagi bosan. Tetap melakukan studinya dengan baik dan setia, meskipun lagi bosan,” ucapnya.

Begitu pula ketika mereka sedang merintis karier, membangun sebuah bisnis, berumah tangga, dan sebagainya. Si bosan pasti datang yang tujuannya adalah supaya orang tidak sampai pada tujuan. “Ingat, bertahanlah! Keep doing it! meskipun lagi bosan,” ujarnya.

Dia menyampaikan si bosan adalah perasaan yang manusiawi. Dia pasti datang ke setiap manusia yang sukses dan juga yang tidak. Bedanya, orang yang sukses adalah orang yang bisa bertahan terhadap si bosan. Kesuksesan menanggulangi pandemi Covid-19 juga akan bisa diraih bersama jika bisa bertahan dengan kebosanan saat ini di rumah.