IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ilustrasi kampung di-lockdown karena Covid-19.-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA--Praktik baik di tengah wabah Corona dilakukan salah satu pemilik indekos di Jogja.
Dampak covid-19 atau virus Corona berimbas besar terhadap masyarakat. Tak terkecuali mahasiswa perantauan yang menempuh pendidikan di DIY. Pembatasan untuk keluar kampung membuat mereka kesulitan beraktivitas hingga memenuhi kebutuhan harian.
Menanggapi hal itu, salah seorang pemilik indekos putri di Babadan Baru, Condongcatur, Depok, Sleman, Supardi (53) mengungkapkan, dirinya ikut membantu kebutuhan beberapa penghuni kos.
"Mereka memilih bertahan di kos karena memang keadaan di rumahnya sudah cukup berbahaya. Dari 10 penghuni ada tiga yang masih bertahan," terang Supardi kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).
Ia menerangkan dua dari tiga penghuni indekos, berasal dari Jakarta dan Tangerang. Mengingat Jakarta sudah menjadi daerah red zone, Supardi meminta kepada mahasiswa untuk mempertimbangkan jika ingin mudik.
"Awalnya mereka akan kembali ke rumahnya (Jakarta), namun karena kondisi di sana cukup bahaya saya meminta untuk berfikir ulang. Akhirnya mereka menghubungi keluarganya di rumah untuk bertahan dan tinggal di sini," katanya.
Dibatasinya akses jalan keluar masuk kampung di wilayahnya juga berdampak pada mahasiswa yang masih butuh beraktivitas di luar. Bagi Supardi, bertahannya mahasiswa di indekos perlu dibantu, terutama kebutuhan pangan sehari-hari.
"Mereka mengaku masih ada kiriman dari orang tua. Namun saya juga tidak tega dengan mereka. Sudah tidak mudik, kampungnya di sini di-lockdown, akhirnya saya bantu sebisanya. Kadang jika ada makanan lebih saya bagikan ke anak-anak itu," jelas dia.
Tak hanya Supardi, seorang pemilik indekos di kawasan Seturan, Sleman juga melakukan hal yang sama. Walaupun tidak sering, pemilik indekos, Hermawan (45) juga menyisihkan sebagian uang untuk membantu mahasiswa di tempat tinggalnya.
"Satu indekos ini semuanya perantauan, tapi tersisa hanya empat orang. Mereka sengaja tidak pulang karena ada yang takut menularkan, tapi ada juga yang orang tuanya meminta untuk tidak pulang dahulu. Jika ada banyak makanan saya sering memberikan keempat anak itu," jelas pria pemilik indekos putra itu.
Ia menambahkan, untuk mencegah penyebaran virus di dalam rumahnya, Hermawan juga menyediakan sabun cuci tangan di pintu masuk.
"Karena kos pria, saya sengaja memberi sabun cuci tangan di dekat pintu masuk. Sebelum masuk mereka harus membasuh tangan, setelah itu beraktivitas di dalam kamar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.