Hendak Tawuran, 12 Pelajar dan Pemuda Mageang Diringkus Polisi
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Ilustrasi permakaman/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mewacanakan penyiapan tempat khusus pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pemakaman itu disiapkan untuk menyiapkan jika ada warga yang menolak penguburan jenazah dari pasien Covid-19.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY Sigit Sapto Raharjo menjelaskan salah satu yang sedang diwacanakan Pemda DIY adalah kesiapakan pemakaman khusus Covid-19 jika ada yang meninggal. Hal ini menjadi salah satu yang dibahas dengan Pemerintah Pusat dalam rapat melalui video conference, Jumat (3/4/2020) sore.
Menurutnya kabupaten di DIY yang sudah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan tempat pemakaman khusus jika dibutuhkan adalah Sleman dan Bantul. Sleman bahkan sudah menyatakan akan menyiapkan di sisi timur dalam hal ini Prambanan dan sisi barat kabupaten tersebut dengan luas beberapa hektare. Penyiapan pemakaman khusus ini untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang melakukan penolakan.
“Salah satunya [yang diharapkan pemerintah pusat] Menyediakan tempat pemakaman apabila masyarakat [ada yang menolak] tidak menerima, kami sudah [mulai memikirkan] baik kabupaten sudah menyiapkan. Sleman sudah menyediakan beberapa hektare untuk di Prambanan dan sisi barat,” katanya Jumat (3/4/2020) petang.
Sigit menambahkan, untuk tiga kabupaten kota lainnya seperti Kota Jogja, Kulonprogo dan Gunungkidul belum ada kepastian. Tetapi secara prinsip DIY akan menyiapkan tempat pemakaman tersebut untuk mengantisipasi jika ada penolakan dari warga.
“Yang sudah pasti siap menyiapkan Bantul dan Sleman, Sleman sudah langsung menyampaikan kepada pemerintah pusat [dalam rapat melalui video conference]. Saya belum tahu kepastiannya adalah Gunungkidul, Kulonprogo maupun Kota Jogja. Prinsipnya siap, kami akan koordinasi misalnya belum ada bisa pakai Sleman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.
Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal Piala Presiden 2026 dan memastikan tiket ke partai final.
Pasien obesitas dengan berat badan hampir 300 kilogram di Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSSP Sragen.
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
KH Marsudi Syuhud menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 setelah mendapat dukungan dari PWNU dan PCNU.