Pelanggan PDAM Sleman Didiskon 50%, Begini Pembayarannya

Ilustrasi. - Reuters
04 April 2020 22:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sleman memberikan potongan tagihan atau diskon sebesar 50% terhadap golongan pelanggan dengan kriteria A1 selama dua bulan untuk periode April dan Mei, menyusul pandemi Covid-19.

Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata mengatakan kebijakan tersebut diambil seusai rapat dengan sejumlah pemangku kepentingan di Sleman. Tujuannya meringankan beban warga kurang mampu di tengah pandemi Covid-19.

"Kemarin kami sudah rapat dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dan Bupati Sleman. Hasilnya kebijakan tersebut diambil guna mengurangi beban warga tidak mampu di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini juga terjadi di Kabupaten Sleman," kata Dwi, kepada Harian Jogja, Sabtu (4/4/2020).

Kebijakan pemotongan tagihan air yang diberikan oleh PDAM Sleman kepada pelanggan dengan golongan A1 adalah tagihan pada Mei dan Juni. "Jadi ketika yang bersangkutan masuk kriteria akan mendapatkan diskon, misalnya tagihan PDAM sebesar Rp100.000, dia hanya membayar Rp50.000. Pelanggan A1 berjumlah sekitar 6.845 pelanggan,” kata dia.

Pembayaran, kata dia, dilakukan seperti biasa dan tidak dirapel. “Masyarakat tetap kami edukasi agar membayar tepat waktu, karena bagaimana pun kami [PDAM Sleman] butuh kerja sama dari pelanggan. PDAM Sleman juga memberikan pembebasan denda bagi pelanggan," katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini peningkatan penggunaan air juga terjadi seiring kampanye pemerintah yang mengharuskan warga menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS).

"Peningkatan penggunaan air juga terjadi imbas dari kampanye PHBS yang mengharuskan masyarakat rajin cuci tangan, walaupun peningkatan tidak terlalu signifikan antara lima sampai tujuh persen," ungkapnya.

Guna mendukung langkah percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sleman, Dwi dan jawatannya membuat hidran umum di Pasar Sleman agar masyarakat di pasar bisa menggunakannya untuk mencuci tangan.

"Selain upaya pembangunan hidran umum, kami juga memberikan cairan disinfektan kepada BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] Sleman untuk digunakan dalam penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum," kata dia.