GMNI Yogyakarta Bagi-Bagi Sembako dan Hand Sanitizer ke Tukang Becak

Salah seorang anggota GMNI Yogyakarta membagikan paket sembako dan hand sanitizer kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di sekitar kawasan Cokrodiningratan, Sabtu (4/4/2020). - Istimewa/GMNI Yogyakarta
05 April 2020 19:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Para pekerja informal yang masih harus tetap bekerja di luar dan menggantungkan penghidupannya dari aktivitas luar ruang masyarakat menjadi kelompok yang sangat rentan di tengah pandemi Covid-19. Sebagai wujud kepedulian, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Yogyakarta membagikan paket sembako dan hand sanitizer kepada kelompok rentan ini, Sabtu (4/4/2020).

Koordinator Aksi Sosial GMNI Yogyakarta, Restu Sallia Ajudin, menjelaskan kegiatan ini merupakan kolaborasi GMNI Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Fakultas Kehutanan UGM dengan GMNI Yogyakarta. “Sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat terdampak pandemi corona,” ujarnya, Sabtu.

Berkumpul di Kantor GMNI-DPC Yogyakarta, Jalan A.M. Sangaji, Cokrodiningratan, aksi yang melibatkan belasan anggota GMNI ini membagikan paket sembako dan hand sanitizer ke sejumlah titik, meliputi di sekitar Cokrodiningratan, Pasar Kranggan, Malioboro, Timoho dan beberapa titik lain.

Ratusan paket yang dibagikan terdiri dari beras, vitamin dan hand sanitizer. Sasaran penerima paket sembako dan hand sanitizer ini adalah para pekerja informal yang masih tetap bekerja di luar dan penghasilannya menurun seperti tukang becak, ojek online, pedagang pasar, serta pedagang kaki lima (PKL).

Tidak hanya membagikan paket sembako dan hand sanitizer, dalam kegiatan ini GMNI Yogyakarta juga sekaligus mengedukasi para penerima paket sembako dan hand sanitizer tentang bagaimana menghambat penyebaran corona serta soal Instruksi Presiden soal penundaan bayar cicilan kredit bagi terdampak Covid-19.

Dalam kegiatan ini, kata Restu, GMNI Yogyakarta memastikan seluruh anggota menerapkan protokol pencegahan covid-19, dengan tidak menimbulkan kerumunan, tidak terlalu lama dan menggunakan masker. “Sekaligus kami juga mengajak organisasi atau komunitas lain untuk turut peduli pada masyarakat terdampak corona,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar GMNI Yogyakarta, Hendri Agus Saputra, mengatakan di masa pandemi ini, masyarakat mesti saling membantu. “Dengan aksi ini kami berupaya membantu pemerintah dalam penanganan dan pencegahan covid-19,” katanya.

Menurutnya, ojek online, tukang becak, pedagang pasar dan PKL merupakan pihak yang paling terdampak dari pandemi ini. Penghasilan mereka bergantung pada aktivitas luar ruaang masyarakat. Mereka juga tidak bisa membawa pekerjaannya ke rumah sehingga meningkatkan potensi tertular.

Maka membantu mereka mencukupi kebutuhan pokoknya menjadi sangat penting. Mereka juga perlu asupan makanan yang sehat dan vitamin tambahan untuk mengingkatkan imunitasnya.