Pasien Positif Covid-19 dari Bantul yang Meninggal Diduga Terinfeksi Corona Setelah Berobat di Singapura

Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona. - Reuters/ Dado Ruvic
05 April 2020 20:07 WIB Sunartono & Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—AH, pasien yang meninggal dalam usia 71 tahun pada Minggu (5/4/2020) pagi akibat penyakit Covid-19 sudah mempunyai penyakit kronis yang berat, yakni gagal ginjal dan lekeumia.

Pria asal Kecamatan Kasihan, Bantul, tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan pasien tersebut terinfeksi virus Corona setelah pulang dari Singapura untuk mengobati penyakit kronisnya. “Keluarga yang berkontak erat dengan pasien sampai saat ini tetap dipantai sampai selesai 14 hari sejak kontak terakhir,” kata Oky.

Sebelum diisolasi di Panti Rapih, pasien itu tinggal bersama anaknya di Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Namun, berdasarkan alamat yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP), pasien tersebut berasal dari Gondokusuman, Jogja.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan pasien yang meninggal Minggu ini adalah pasien yang diidentifikasi sebagai Kasus 14.

Berty mengatakan selain satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia hari ini, ada pula pasien dalam pengawasan (PDP) yang belum diambil swab. Pasien tersebut berjenis kelamin perempuan, berusia 88 tahun warga Kulonprogo. Jumlah PDP seluruh DIY total 334 orang, sedangkan yang menjalani rawat inap sebanyak 124 orang.

"Sebanyak 190 pasien menunggu hasil laboratorium, tujuh meninggal dunia. Hasil laboratorium negatif berjumlah 109 orang,  tiga di antara mereka meninggal dunia," ucapnya.