UPDATE CORONA: 2.880 Warga DIY Kini ODP, Ini Data Tiap Daerah

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
06 April 2020 21:17 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayah DIY karena diduga terkait dengan Covid-19 terus bertambah, data terbaru Senin(6/4/2020) mencapai sebanyak 2.880 orang.

Ribuan ODP itu tersebar di seluruh wilayah di DIY. Data tersebut diperbarui oleh laman resmi penanganan Covid-19 di DIY https://corona.jogjaprov.go.id/, Senin (6/4/2020), pukul 20.00 WIB.

Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 331 orang (sejumlah 368 bila diakumulasi dengan pasien positif). Sebanyak 11 di antaranya meninggal dunia.

Adapun pasien positif bertambah menjadi 37 orang. Sebanyak lima di antara pasien positif meninggal dunia, serta enam pasien sembuh dan sebanyak 26 orang kini dirawat di sejumlah rumah sakit di DIY.

Berikut data sebaran ODP, PDP dan pasien positif di DIY merujuk laman resmi https://corona.jogjaprov.go.id/, Senin (6/4/2020) pukul 20.00 WIB:

Kota Jogja
ODP: 386
PDP: 44 (MD 2, negatif 22 dan proses pemeriksaan 20)
Positif: 5 (dirawat 3, sembuh 2)

Sleman
ODP: 835
PDP: 98 (MD 2, negatif 24, proses pemeriksaan 72)
Positif: 19 (dirawat 15, MD 3, sembuh 1)

Kulonprogo
ODP: 289
PDP: 21 (MD 1, negatif 5, proses pemeriksaan 15)
Positif: 1 (sembuh)

Gunungkidul
ODP: 828
PDP: 35 (MD 2, negatif 8, proses pemeriksaan 25)
Positif: 2 (1 dirawat, 1 sembuh)

Bantul
ODP: 542
PDP: 92 (MD 3, negatif 38, proses pemeriksaan 51)
Positif: 8 (dirawat)

Non DIY
ODP:
PDP: 41 (MD 1, negatif 14, proses pemeriksaan 26)
Positif: 2 (dirawat)

Sebagai catatan, ODP merupakan pasien yang dipulangkan untuk dipantau kesehatannya selama 14 hari oleh Puskesmas atau fasilitas kesehatan di wilayah domisili.

Termasuk dalam kategori ODP yakni orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau wilayah yang terjadi kejadian luar biasa Covid-19 pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Adapun PDP adalah pasien yang dirujuk ke RS Rujukan Covid-19 untuk mendapatkan perawatan dan tes swab tenggorokan untuk memastikan positif atau negatif Sars Cov-2, virus penyebab Covid-19.

Syarat PDP yakni orang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat. Selain itu, pasien juga memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.