Studi Kaspersky: Unggahan Anak di Medsos Bisa Jadi Celah Kejahatan
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Potensi hujan di DIY kembali meningkat pada awal pekan ini. Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kota Yogyakarta, Sleman, Kulonprogo bagian utara, hingga Gunungkidul bagian utara dengan intensitas hujan ringan hingga sedang.
Selain hujan, ancaman juga datang dari sektor kelautan. Di perairan selatan DIY, tinggi gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang masuk kategori sedang dan berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer yang saling mendukung pembentukan awan hujan.
Pertama, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau hangat, berkisar antara 27 hingga 31 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.
Kedua, munculnya Siklon Tropis “NARELLE” di wilayah barat Australia turut memengaruhi pola angin di Indonesia. Fenomena ini menyebabkan terbentuknya belokan angin (shearline) di wilayah Jawa, termasuk DIY, yang memperbesar peluang hujan.
Selain itu, kelembapan udara di lapisan atmosfer menengah juga cukup tinggi. Pada ketinggian 1.000 hingga 3.000 meter, tingkat kelembapan mencapai 60 hingga 90 persen, kondisi ideal bagi pembentukan awan hujan.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG DIY mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama di masa peralihan musim seperti saat ini.
Beberapa langkah antisipasi yang disarankan:
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor