Operasi KRYD di Bantul Ungkap Peredaran Arak dan Obat Terlarang
Polres Bantul menyita ratusan botol miras, puluhan galon arak, dan pil psikotropika dalam Operasi KRYD di sejumlah wilayah Bantul.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mulai merombak arah belanja daerah dengan memprioritaskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di tengah tekanan fiskal yang meningkat.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas dorongan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, yang berdampak langsung pada penyesuaian postur APBD.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan bahwa sejumlah belanja yang tidak mendesak telah dipangkas secara signifikan.
“Belanja kertas sudah kami drop. Tanpa kertas masih bisa dengan sistem IT. Kemudian studi banding, kunjungan kerja, bahkan makan minum sudah dipangkas. Setidaknya dikurangi sampai di tingkat seperlunya saja,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Fiskal Turun, Anggaran Disortir Ketat
Penyesuaian ini dilakukan karena kapasitas fiskal Bantul mengalami penurunan lebih dari Rp200 miliar. Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menentukan program yang akan dijalankan.
Fokus anggaran kini diarahkan pada kegiatan yang memiliki keterkaitan langsung dengan indikator kinerja kunci (IKK) serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kapasitas fiskal kita kan turun lebih dari Rp200 miliar. Akhirnya kami harus memprioritaskan anggaran untuk indikator kinerja kunci (IKK). Sehingga kami menyortir mana kegiatan yang memiliki hubungan erat dengan tujuan,” katanya.
Efisiensi Dipilih Ketimbang WFH
Pemkab Bantul menilai strategi efisiensi anggaran lebih efektif dibandingkan opsi penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN. Selain belum adanya standar operasional prosedur (SOP), sistem kerja jarak jauh dinilai belum siap diterapkan secara optimal.
“Kami belum punya SOP dan metode WFH. Sehingga sampai hari ini itu (WFH) bukan pilihan kami. Efisiensi ya memfokuskan anggaran yang berkurang ini untuk kegiatan yang memunyai sebab akibat yang nyata,” ucapnya.
Kebijakan ini diharapkan membuat penggunaan anggaran lebih tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Bantul.
Dengan fokus pada program prioritas, pemerintah daerah berupaya menjaga kualitas pelayanan publik meski ruang fiskal semakin terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyita ratusan botol miras, puluhan galon arak, dan pil psikotropika dalam Operasi KRYD di sejumlah wilayah Bantul.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.