Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Warga berjalan di depan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Tuksono di Dusun Krebet, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Jumat (15/2/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menyiapkan alternatif gedung karantina mandiri bagi para pendatang bila terpaksa diperlukan. Namun, hingga kini Pemkab Kulonprogo masih mempertimbangkan beberapa penggunaan gedung untuk dioperasikan sebagai tempat karantina.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan saat ini Pemkab Kulonprogo telah memilih beberapa gedung yang bila dibutuhkan bisa menjadi tempat karantina. Beberapa gedung yakni Rumah Susun Sewa (Rusunawa), Wisma Dharmais dan Wisma Sermo Asri.
"Sekali lagi itu masih perencanaan, kira-kira kalau dibutuhkan gedung karantina mandiri beberapa gedung tadi bisa jadi alternatif dan kami akan kami lakukan koordinasi lebih lanjut," ujar Setudjo pada Jumat (3/4/2020).
Sutedjo sebenarnya berharap jumlah pendatang yang menuju Kulonprogo tidak bertambah lagi dan tidak banyak. Bila jumlahnya sedikit, karantina mandiri bisa dilakukan di kediaman para pendatang tanpa harus ditempatkan ke gedung khusus karantina.
"Mereka datang kan sudah jelas mau kemana siapa yang dituju, oleh karena itu saya harapkan pendatang maupun yang didatangi bisa melakukan karantina mandiri sesuai protokol kesehatan yang telah ditentukan," ujarnya.
Salah satu aspek yang akan dipertimbangkan untuk mengoperasikan gedung karantina adalah bila terjadi banyak penolakan yang bersifat masif kepada pendatang di lingkungan desa. Namun Sutedjo menjelaskan sampai saat ini belum ada penolakan yang bersifat masif.
"Ada beberapa penolakan, tapi setelah diberi penyuluhan dan sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kulonprogo akhirnya warga bisa menerima," ujarnya.
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkoro tidak menampik usulan tersebut. Menurutnya, meski sudah mendapat gambaran gedung mana saja yang sekiranya bisa digunakan sebagai tempat karantina, Astungkoro tetap menekankan karantina mandiri di rumah masing-masing.
"Edukasi ke masyarakat tentang bagaimana protokol tetap kesehatan bila kedatangan pemudik seperti apa itu yang terus ditekankan," ujar Astungkoro.
Namun bila terjadi situasi paling buruk yakni terjadi penolakan, Astungkoro selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid - 19 Kulonprogo akan mempersiapkan gedung karantina. "Ya mudah-mudahan tidak terjadi penolakan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.