Soal RS Rujukan Covid-19, Sultan: Kalau Susah Merujuk Itu Kan Aneh!

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat meninjau laboratorium virologi, BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
08 April 2020 18:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan dalam komunikasinya dengan para tenaga medis telah membahas terkait RS Rujukan Covid-19 di DIY.

“Kalau masalah rujukan dan sebagainya, sebetulnya online dasarnya [sistem rujukan lewat online] akan kami perbaiki dengan harapan, jadi kalau kebutuhan ada kepentingan bisa langsung ditangani, tidak perlu terlalu lama,” katanya, Rabu (8/4/2020).

HB X menambahkan dari sisi kapasitas tempat tidur bagi RS rujukan Covid-19 masih tersedia, karena sampai saat ini dari 16 RS rujukan jumlah tempat tidurnya baru terpakai untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sekitar 50%.

Sehingga kapasitas masih mencukupi. “Kalau susah merujuk itu kan aneh. Ini coba kami selesaikan, sebetulnya ada gap [kesenjangan] apa? Apakah onlinenya [sistem rujukan online] ini kurang match, kurang bagus, atau ada hal lain, saya enggak tahu. Nanti kami selesaikan,” ujarnya.

Di RSPAU Dr Hardjolukito misalnya saat ini tersedia 40 kamar khusus untuk Covid-19. Selain itu masih menyediakan dua lantai lagi yang belum dioperasikan karena banyak personel tenaga medis di RS tersebut yang dikirim ke Jakarta.

Sehingga RS darurat di DIY belum dibutuhkan. “Toh kapasitas yang belum dipakai 50 persen, tetapi semoga saja tidak tambah lah, semoga malah turun [kasusnya]. [Sehingga] Belum perlu untuk rumah sakit darurat,” kata Sultan.