Pemda DIY Ubah Data, Pasien Sembuh Covid-19 Lebih Banyak daripada yang Meninggal

Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona. - Reuters/ Dado Ruvic
08 April 2020 19:37 WIB Bhekti Suryani & Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY meralat data terkait dengan jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 di wilayah ini.

Berdasarkan data resmi yang dilaporkan pada Rabu (8/4/2020) melalui media sosial Instagram terkonfirmasi Pemda DIY @humasjogja, jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 di DIY saat ini dilaporkan hanya sebanyak enam orang, atau berkurang satu orang. Sedangkan pasien positif Covid-19 yang sembuh sebanyak tujuh orang atau bertambah satu orang.

Sebelumnya pada Selasa (7/4/2020), Pemda DIY mengumumkan jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak tujuh orang. Jumlah itu lebih banyak dari pada pasien sembuh yakni enam orang.

Perubahan data itu menurut Pemda DIY terjadi karena terdapat penambahan satu pasien yang sembuh. Di mana sebelumnya diberitakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang positif Covid-19 (pasien kasus 19) meninggal dunia.

Ternyata pada Rabu (8/4/2020) ini, keluar hasil uji lab yang menyatakan pasien asal Jetis, Bantul itu sudah dinyatakan negatif berdasarkan uji lab sebanyak dua kali. Alhasil Pemda DIY mengkategorikan pasien tersebut sebagai pasien sembuh.

"Dinyatakan negatif dua kali, sehingga bisa dikategorikan sebagai pasien yang sembuh," kata pernyataan dalam Instagram @humasjogja.

Sebelumnya Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso juga memberikan pernyataan soal status pasien yang telah meninggal dunia itu.

Sri Wahyu mengatakan hasil swab negatif pasien berinisial Th itu baru diperoleh Rabu (8/4/2020) dari Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY. Namun swab atau dahak pasien diambil pada empat hari sebelum pasien meninggal, yakni 2 dan 3 April.

Sementara itu Th dinyatakan positif terinfeksi Covid pada 26 Maret (bukan 27 Maret seperti yang diberitakan sebelumnya). Sesuai ketentuan, kata pria yang biasa disapa dokter Oky itu, jika pasien yang sudah dinyatakan positif, tetapi hasil evaluasi swab pada hari kelima dan kesembilan secara berturut-turut menunjukkan hasil negatif, maka pasien tersebut dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, Oky memastikan Th meninggal dalam kondisi negatif atau tidak terinfeksi Covid-19. "Pasien tersebut sudah dalam keadaan tidak terinfeksi Covid, sudah terkonfirmasi negatif alias sembuh," ujar Oky.

Soal kematian Th, Oky menduga karena penyakit bawaan. Namum ia tidak ingin menyebutkan penyakit bawaan tersebut dengan alasan kewenangan dokter yang menangani langsung pasien tersebut.

Adapun detail hasil laporan Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan RS Rujukan Covid-19 di DIY yang di-update Rabu (8/4/2020) pukul 16.00 WIB sebagai berikut:

Total data pasien dalam pengawasan (PDP) 387 orang
Total data orang dalam pemantauan (ODP) 3.070 orang
Dari total 387 PDP menunjukkan:
a. 134 orang diantaranya rawat inap,
b. 232 orang rawat jalan dan/ selesai pengawasan, dan
c. 21 orang meninggal.

Sedangkan hasil laboratorium menunjukkan
a. 123 orang negatif (Meninggal Dunia: 3)
b. 38 orang positif (Dirawat: 25, Sembuh: 7, Meninggal Dunia: 6), dan
c. 226 orang masih dalam proses

Adapun penambahan data tersebut antara lain:
-Pada grafis, angka tersebut digeser dari meninggal dunia positif menjadi sembuh.
- Terdapat penambahan 5 kasus negatif
- Terdapat penambahan 1 pasien PDP dengan hasil belum diketahui yang meninggal dunia yakni Laki-laki, umur 55 tahun, asal Sleman.

"Mari jaga kebersihan sesuai dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mohon untuk tetap berada di rumah dan jika terpaksa harus keluar rumah harap jaga jarak aman. Tingkatkan imun tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan berolahraga dengan teratur," kata pesan Pemda DIY melalui @humasjogja.