Advertisement
Antisipasi Cuaca, Sleman Majukan Jadwal SCW dan STR 2026
Sleman Temple Run 2022 yang berlangsung Minggu (20/11/2022) - Harian Jogja\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mengubah jadwal dua agenda andalan pariwisata, Sleman Creative Week dan Sleman Temple Run 2026.
Sebab, curah hujan tinggi yang terjadi pada pelaksanaan sebelumnya dinilai mengurangi efektivitas promosi dua agenda unggulan tersebut.
Advertisement
Langkah percepatan ini diambil setelah Dispar Sleman mengevaluasi dampak hujan deras yang sulit diprediksi dan berpengaruh langsung terhadap minat kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut mendorong perubahan strategi waktu pelaksanaan agar kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, menyampaikan bahwa promosi SCW dan STR 2026 kurang memberikan dampak maksimal karena faktor cuaca. Oleh sebab itu, Dispar memutuskan untuk memajukan waktu penyelenggaraan kedua agenda tersebut.
BACA JUGA
“September atau awal Oktober kami akan menyelenggarakan SCW. Kemarin sudah koordinasi juga. Ketika rangkaian masuk ke Pesta Gulali dan Bedog Art Festival ternyata hujan. Minat pengunjung untuk datang jelas turun,” kata Irawati Palupi Dewi ditemui di kantornya, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembahasan percepatan SCW sempat berlangsung cukup lama karena agenda tersebut selama ini rutin digelar pada bulan ke-10. Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan Oktober sebagai bulan ekonomi kreatif, sehingga perubahan jadwal perlu mempertimbangkan kebijakan tersebut.
Sementara itu, jadwal penyelenggaraan Sleman Temple Run juga dimajukan meski tidak terdampak langsung oleh hujan. Irawati menuturkan bahwa tantangan utama STR justru datang dari padatnya agenda lomba lari lain yang banyak digelar pada Agustus 2026, sehingga berpotensi menurunkan minat peserta.
STR yang semula dijadwalkan berlangsung pada Agustus akan dimajukan ke Juli 2026. Pada tahun ini, Dispar Sleman juga merencanakan kerja sama dengan BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman. Meski demikian, skema kolaborasi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan secara final.
Menurut Irawati, sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari industri perhotelan dan restoran karena keduanya saling mendukung. Peningkatan kunjungan wisata harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas akomodasi agar berdampak langsung pada tingkat hunian hotel. Harapannya, kenaikan jumlah wisatawan juga diikuti peningkatan okupansi.
Ia menambahkan bahwa industri hotel dan restoran saat ini menghadapi tantangan berat akibat kemudahan akses serta menjamurnya penginapan non-hotel. Selain itu, pola kunjungan wisatawan yang cenderung memilih perjalanan satu hari turut memengaruhi tingkat hunian, di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang melambat.
“Kami mendapat Rp300 juta untuk menyelenggarakan STR. Koordinasi telah kami lakukan agar promosi nanti lebih masif. Pesertanya juga dari mancanegara. Ada potensi untuk menarik peserta lain lagi,” katanya.
Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, menambahkan bahwa rute STR yang melintasi kawasan candi memiliki daya tarik tersendiri bagi pelari nasional maupun mancanegara. Konsep trail run yang diusung dinilai mampu memberikan tantangan sekaligus pengalaman berbeda bagi peserta.
Meski tidak lagi digelar pada Agustus, Edy mengakui tren lomba lari masih marak di berbagai daerah. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci utama agar Sleman Temple Run tetap relevan dan diminati di tengah persaingan agenda olahraga wisata yang semakin padat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petir Menyambar Aksi Massa Bolsonaro, 89 Orang Luka di Braslia
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Awal Tahun 2026, 10 Warga Bantul Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
- Ratusan Peserta CKG Bantul Terindikasi Kemungkinan Depresi
- Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut
- Modus Cari Kerja, Pemuda 19 Tahun Curi Ponsel Warung di Jetis Jogja
- Restorasi Gumuk Pasir Bantul Menjadi Fokus Penataan Pantai Selatan
Advertisement
Advertisement



