Meski Tak Masuk ODP, Pemudik di Bantul Tetap Dipantau

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
08 April 2020 21:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul tidak memasukkan semua pendatang dan pemudik dari luar daerah dalam data orang dalam pemantauan (ODP). Namun mereka tetap dipantau selama 14 hari masa isolasi sejak kedatangan di Bantul.

“Perlu saya tegaskan, ODP adalah orang yang bergejala dan yang mempunyai riwayat kontak dengan PDP [pasien dalam dengawasan] atau daerah terjangkit.  Selama orang yang bersangkutan tak mengalami gejala, kami tak memasukan mereka sebagai ODP,” kata Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Rabu (8/4/2020).

Sejauh ini, Gugus Tugas hanya mendata ODP yang memiliki salah satu gejala yang mengarah ke Covid-19 seperti batuk, pilek, atau sesak napas ditambah pernah kontak langsung dengan pasien PDP atau positif. Selain itu juga memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Bantul memerintahkan semua puskesmas tetap memantau kondisi kesehatan para pendatang dan pemudik secara berkala selama proses isolasi. “Pengawasan pemudik yang dilakukan oleh pemangku wilayah saya kira cukup baik selama ini,” klaim Oky.

Oky belum mengetahui pasti jumlah pemudik yang sudah pulang ke Bantul selama masa pandemi ini. Namun dari data yang masuk dan dalam pengawasan saat ini ada sekitar 1.535 orang yang datang ke Bantul dari perantauan.