Berharap Pemudik Berkurang, Sultan Khawatir RS Rujukan Kelebihan Beban

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat meninjau laboratorium virologi, BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
10 April 2020 18:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap jumlah pemudik dari barat yang masuk ke wilayah timur seperti DIY bisa berkurang seiring penerangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta.

Sultan mengumpamakan jika dua pekan lalu pemudik dari wilayah zona merah masuk ke DIY ada yang positif satu orang, maka ada kemungkinan jika saat ini masih ada pemudik kembali ke daerah angka positif bisa bertambah. Sehingga jumlah positif di daerah dikhawatirkan semakin tinggi. Oleh karena itu pihaknya mencoba mengkampanyekan agar pemudik lebih baik tidak pulang ke kampung halaman lebih dahulu. Dengan diterapkan PSBB di Jakarta dan akan diikuti sejumlah kota lain di sekitarnya harapannya pemudik dari kota-kota tersebut yang masuk ke DIY menjadi berkurang.

“Soalnya kami khawatir daya muat bed [tempat tidur RS Rujukan] yang ada nanti berlebih. Itu yang punya kekhawatiran biar pun toh harus ditampung tetapi kan jadi masalah baru. Semoga saja hal seperti ini [perpindahan virus] tidak terjadi, dengan PSSB yang dilakukan Jakarta maupun nanti menyusul seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, harapannya pemudik ke arah timur berkurang sehingga tidak memberikan beban lebih besar, virusnya pindah,” ungkapnya, Kamis (9/4/2020) sore.

Sultan mengarahkan kabupaten dan kota di DIY untuk melihat arus lalu lintas pemudik setelah Jakarta menerapkan PSBB. Jika jumlah arus pemudik sepi tentu harus disyukuri karena pemudiknya berkurang. HB X pun berharap agar sejumlah kota lain di sekitar Jakarta dapat mengikuti penerapan PSBB yang dilakukan Jakarta.

“Harapan saya dengan PSBB yang dilakukan Jakarta, harapan saya juga ke Jabodetabek. Maka kita arahkan kabupaten kota coba dilihat justru sebelum PSBB dan setelah PSBB. Besok [Jumat] misalnya DKI [menerapkan] hari ini banyak mobil enggak ke arah timur, atau sebaliknya malah sepi, syukur kalau sepi, dalam arti pemudiknya berkurang. Tetapi kalau malah lebih banyak berarti terjadi boom,” ucapnya.