Transmisi Lokal Corona Disebut Sudah Terjadi di DIY Apabila Memenuhi Syarat Ini

Foto ilustrasi. - Reuters
11 April 2020 06:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Juru Bicara Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyatakan sejauh ini di DIY belum terjadi transmisi lokal. Pasalnya sebuah kasus baru bisa dikatakan transmisi lokal jika penularannya dari kasus positif generasi kedua kepada generasi ketiga.

Pada Kasus 10 misalnya, menurutnya itu belum bisa dikatakan transmisi lokal.

Seseorang yang menjadi carier dari daerah luar dan menularkan pada orang di dekatnya, merupakan generasi pertama yang menularkan ke generasi kedua. “Transmisi lokal bukan karena lokasi penularan, tapi jika hasil tracing membuktikan bahwa kasus positif yang tertular tersebut telah menularkan kepada orang lain,” ujarnya.

Kasus 10 merupakan laki-laki 69 tahun, warga Sleman. ia dirawat di RS Bethesda dan meninggal sebelum hasil swab-nya keluar. Ia diduga tertular dari anaknya yang baru pulang dari Selendia Baru dan transit di Jakarta pada awal Maret lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hartaryo, mengatakan sampai saat Dinkes terus melakukan kajian epidemiologis terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sleman. Perkembangan kasus Covid-19 di Sleman sampai saat ini belum terpola dengan jelas.

"Banyak faktor harus dikaji untuk menentukan status PSBB, sambil tetap prihatin karena jumlah kasus positif di Sleman terus bertambah," kata Joko.

Menurut Joko, status PSBB bisa diterapkan di Sleman jika sudah ada bukti epidemiologis telah terjadi transmisi lokal atau penularan setempat di Sleman. Semua kasus positif di Sleman, katanya, masih tergolong imported case.

"Untuk Caturtunggal istilahnya masih generasi ke dua, tertular oleh orang dari daerah terjangkit. Kalau sudah generasi ketiga dari satu kluster baru bisa disebut transmisi lokal," katanya.