Bermain Petak Umpet, Kepala Bocah SD di Semanu Terjepit Tembok
Siswi SD di Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, berhasil dievakuasi setelah kepalanya terjepit di sela tembok saat bermain petak umpet.
Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Munggi, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, seperti terlihat Minggu (9/2/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul berencana membangun Pasar Munggi di Kecamatan Semanu dengan menggunakan dana tugas pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan. Meski demikian, hingga sekarang belum ada kepastian apakah pengajuan bantuan disetujui atau tidak.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan jajarannya menunggu kepastian alokasi dana TP dari Kementerian Perdagangan. Menurut dia, untuk tahun ini mengajukan bantuan Rp6,9 miliar untuk membangun Pasar Munggi. “Sudah kami ajukan tetapi hingga sekarang belum ada keputusan disetujui atau tidak,” kata Johan kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).
Johan berpendapat kepastian sangat dibutuhkan untuk memastikan rencana pembangunan yang telah disusun. “Mudah-mudahan segera ada kabarnya,” kata mantan Camat Ponjong ini.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan, mengatakan jajarannya merencanakan pembangunan Pasar Munggi sejak 2019. Proses pembangunan terbagi dua bagian yakni zona timur dan barat. Hanya, prosesnya baru dilakukan perencanaan untuk sisi barat. “Untuk sisi barat pembangunan membutuhkan anggaran hingga Rp12 miliar,” kata Ari.
Untuk rencana pembangunan Disperindag mengajukan anggaran TP Rp6,9 miliar ke Kementerian Perdagangan. Menurut Ari, pengajuan dana TP hanya bagian untuk pembiayaan pembangunan. Pasalnya, besaran anggaran yang diajukan tidak mencukupi untuk membangun secara keseluruhan. Untuk itu, Disperindag menyiapkan skema lain yakni dengan mengakses dana alokasi khusus (DAK) atau melalui pembiayaan APBD. “Semua peluang kami coba, tetapi untuk tahun ini hanya dana TP yang direncanakan,” katanya.
Untuk dana TP bukan hal baru karena sejak beberapa tahun lalu Disperindag sudah mengakses dana ini. Sebagai contoh di 2019 dana TP digunakan untuk membangun Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang. “Sebelumnya lagi ada Pasar Trowono dan Karangmojo yang dibangun menggunakan dana TP,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi SD di Kalurahan Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, berhasil dievakuasi setelah kepalanya terjepit di sela tembok saat bermain petak umpet.
Kasus rubella di Bantul naik menjadi 35 kasus pada 2026. Dinkes mempercepat imunisasi MR melalui BIAS mulai Agustus.
PM Prancis mengklaim kebakaran hutan mulai terkendali meski luas lahan terbakar telah melampaui rekor sebelumnya.
Sejumlah orang tewas dalam penembakan di Idaho, AS. Polisi menyatakan ancaman telah berakhir, sementara penyelidikan masih berlangsung.
PDAM Temanggung memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar mata air untuk menjaga cadangan air tanah dan keberlanjutan sumber air.
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.