Bayi Meninggal di Sleman Diduga Terpapar Covid-19 dari Orang Tuanya

Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
17 April 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dua Bayi asal Sleman yang meninggal tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Keduanya diduga terpapar Covid-19 akibat faktor berbeda.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih, dalam sepekan terakhir dua bayi meninggal asal Sleman berstatus PDP. Masing-masing bayi perempuan berusia 10 hari warga Sleman meninggal pada 13 April lalu. Kedua, bayi laki-laki berusia satu tahun meninggal pada 15 April lalu.

"Keduanya belum ada hasil laboratorium. Sudah diswab sekali, laporan belum masuk Sleman dan Provinsi," katanya, Jumat (17/4/2020).

Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, katanya, bayi perempuan berusia 10 hari tersebut dirawat sebagai PDP karena memiliki penyakit meningitis dan gejala pneumonia. "Tetapi tidak ada riwayat perjalanan ke luar kota. Tapi karena ada gejala pneumonia masuk PDP," kata Berty.

Adapun hasil tracking bayi usia setahun yang meninggal diduga terpapar virus setelah kontak erat dengan orangtuanya. Bayi ini juga mengalami gejala klinis yang mengarah Covid-19. "Ada kontak erat dengan orang tuanya. Ibunya kerja di Klaten, dan ada gejala klinis, sehingga masuk PDP," katanya.

Menurut Berty, Dinkes Kabupaten sudah semestinya melakukan tracing tidak hanya bagi pasien konfirm Covid-19 tetapi juga pasien PDP. "Disamping yang positif juga untuk PDP yang ditracing.Tracing utama adalah kontak eratnya," kata dia.