Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Suasana di Terminal Dhaksinarga, Selang, Wonosari, Selasa (31/3/2020)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyambut baik larangan mudik dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, hingga sekarang tercatat sudah ada 10.019 pemudik yang pulang ke Gunungkidul.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan Pemkab terus berusaha menyosialisasikan larangan mudik. Bahkan dalam pelaksanaannya Pemkab melibatkan unsur dari masyarakat mulai dari keluarga, perangkat hingga kepala desa.
Menurut dia, sosialisasi dilakukan secara berjenjang. Sebagai contoh, imbauan larangan mudik disosialisasikan ke pemerintah desa dan selanjutnya disampaikan ke masyarakat. Pasalnya, untuk melarang mudik upaya efektif dengan melibatkan keluarga. “Orang tua bisa memberitahu kepada anak yang merantau untuk tidak pulang karena alasan kesehatan dan keselamatan,” kata Immawan, Rabu (22/4/2020).
Imbauan langsung dari orang tua dinilai lebih efektif sehingga banyak yang menuruti. Sebab, mudik tidak hanya sebagai sarana silaturahmi, tetapi yang lebih utama yakni keterkaitan batin orang tua dan anak. “Jadi kalau orang tua tidak mempermasalahkan sang anak tidak pulang, maka larangan akan lebih manjur,” katanya.
Peran dari perangkat maupun dari kepala desa juga penting karena sebagai pihak yang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat secara langsung. “Sosialisasi sudah berjalan. Bahkan saat berkunjung ke lapangan ada kepala desa yang menelepon langsung warga yang berada di perantauan mengimbau agar tidak pulang dulu,” kata Immawan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan hingga Rabu siang tercatat sudah ada 10.019 perantau yang pulang ke kampung halaman. Paling banyak pemudik dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Jami mendata melalui Sistem Informasi Desa. Untuk mereka yang terlanjur mudik, maka harus karantina mandiri selama 14 hari,” kata Kelik.
Pertambahan jumlah pemudik akhir-akhir ini tidak sebanyak pada saat awal-awal pandemi. Pasalnya, pertambahan sempat mencapai 1.000 pemudik dalam sehari, tetapi untuk sekarang mulai landai dan tidak lebih dari 300 per hari. “Contohnya hari ini [Rabu] jumlahnya mencapai 10.019 orang, sedangkan sehari sebelumnya tercatat 9.831 orang. Jadi, kalau dilihat pertambahannya hanya 200 orang dan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Kia PV7 resmi debut di IAA Transportation 2026. Van listrik ini punya kargo hingga 8 m³, muatan 1.200 kg dan pengisian 800 volt.
VAR gol Haaland di derby Manchester bermasalah. Pro Ref memarkir Matt Donohue dan Blake Antrobus setelah kesalahan pemeriksaan.
Jay Idzes cedera saat Sassuolo vs Juventus. Kondisinya belum pasti jelang Timnas Indonesia tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.
Purbaya Yudhi Sadewa bikin netizen penasaran lewat caption “Udah siap belum?” setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.