30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Nurul Hidayat
Harianjogja.com, BANTUL—Stok gas bersubsidi berukuran tiga kilogram (gas melon) di Bantul melimpah pada awal Ramadan ini, bahkan sampai ada yang tidak laku. Melimpahnya gas bersubsidi karena permintaan di masyarakat berkurang sebagai dampak pandemi Covid-19.
Seorang pemilik pangkalan gas tiga kilogram dari Dusun Lanteng, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Anang Zainuddin mengatakan sejak tiga pekan terakhir pembeli gas bersubsidi tersebut mulai menurun. Akibatnya stok melimpah. Bahkan dia sampai menjual sisa stok gas ke luar desa bahkan sampai luar kecamatan.
Dalam seminggu Anang mendapat pasokan LPG sebanyak 100 tabung. “Baru kali ini saya menawarkan sampai ke Kecamatan Pundong dan mengantarkannya supaya gas tetap laku,” kata Anang, Kamis (23/4/2020).
Sejauh ini pengiriman dari tingkat agen diakui dia masih lancar, tetapi penyaluran sampai ke pengecer yang tersendat. Biasanya stok gas di tempat dia tiga hari habis setiap minggunya. Kali ini sisa pengiriman sebelumnya tidak habis dan sudah mendapat pasokan lagi dari agen.
Meski begitu, sejauh ini dia tidak sampai minta pengurangan pasokan gas seperti beberapa pangkalan lainnya yang sudah mengurangi pasokan setengahnya dari kuota. Pasalnya dia masih bisa menjual gas ke relasinya di luar desa dan luar kecamatan selama masih dalam satu daerah.
Soal harga jual, kata Anang, dia juga terpaksa membanting harga sampai di bawah harga eceran tertinggi (HET). Dia biasa menjual ke pengecer Rp15.500 per tabung menjadi Rp15.000 per tabung. “Yang penting terjual,” kata dia.
Dia menduga melimpahnya stok LPG karena pembeli yang berkurang terutama warung-warung makan dan usaha kecil lainnya. Anang juga menduga ada limpahan stok LPG dari wilayah kota Jogja ke Bantul sehingga stok di Bantul kian melimpah.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta membenarkan stok gas di tingkat agen dan pangkalan saat ini melimpah sebagai dampak pandemi Covid karena penggunaan di masyarakat juga berkurang, terutama warung-warung makan. “Jasa katering juga yang biasanya pakai LPG kan sekarang tidak beroperasi,” kata Sukrisna.
Kebutuhan gas tiga kilogram di Bantul setiap bulannya mencapai 800.000 tabung. Pada Ramadan kali ini Dinas Perdagangan juga tidak mengajukan kuota tambahan pasokan gas melon seperti tahun-tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.