Dinkes Sleman Kesulitan Melacak WNA India karena Pindah-Pindah Masjid

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
23 April 2020 00:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengatakan berdasarkan hasil tracking yang dilakukan, WNA India yang reaktif saat rapid test masuk dalam klaster Dowangan, Banyuraden, Gamping. Namun belakangan, Dinkes meralatnya dan kebingungan memasukkan ke klaster mana karena WNA India tersebut tinggal berpindah-pindah dari masjid satu ke masjid lainnya. 

Sebelumnya di Dowangan terdapat pasien positif Covid-19, R, 60, yang meninggal dunia pada 6 April lalu. R merupakan seorang tokoh agama. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, R dikabarkan pulang dari Jakarta pada 23 Maret dan dirawat di RSUP Sardjito pada 30 Maret.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo awalnya menduga ke sembilan WNA India yang hasil rapid tesnya reaktif, masuk dalam klaster Dowangan. Namun belakangan, ia meralatnya. "Ternyata tidak masuk klaster Dowangan, tapi bisa jadi dari klaster yang sama," katanya, Rabu (22/4/2020).

Dinkes masih akan melakukan tracking lebih dalam mengenai sembilan WNA India ini. Salah satu kesulitannya adalah seringnya WNA India yang merupakan bagian dari gerakan Jemaah Tabligh ini berpindah lokasi dari satu masjid ke masjid lainnya. Bahkan menurut kabar yang diterima Harian Jogja, 15 WNA India ini dikabarkan masuk ke Sleman sudah sekitar tiga bulan lalu dan sempat tinggal di salah satu masjid di Gunungkidul.