Advertisement
Dinkes Sleman Kesulitan Melacak WNA India karena Pindah-Pindah Masjid
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengatakan berdasarkan hasil tracking yang dilakukan, WNA India yang reaktif saat rapid test masuk dalam klaster Dowangan, Banyuraden, Gamping. Namun belakangan, Dinkes meralatnya dan kebingungan memasukkan ke klaster mana karena WNA India tersebut tinggal berpindah-pindah dari masjid satu ke masjid lainnya.
Sebelumnya di Dowangan terdapat pasien positif Covid-19, R, 60, yang meninggal dunia pada 6 April lalu. R merupakan seorang tokoh agama. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, R dikabarkan pulang dari Jakarta pada 23 Maret dan dirawat di RSUP Sardjito pada 30 Maret.
Advertisement
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo awalnya menduga ke sembilan WNA India yang hasil rapid tesnya reaktif, masuk dalam klaster Dowangan. Namun belakangan, ia meralatnya. "Ternyata tidak masuk klaster Dowangan, tapi bisa jadi dari klaster yang sama," katanya, Rabu (22/4/2020).
Dinkes masih akan melakukan tracking lebih dalam mengenai sembilan WNA India ini. Salah satu kesulitannya adalah seringnya WNA India yang merupakan bagian dari gerakan Jemaah Tabligh ini berpindah lokasi dari satu masjid ke masjid lainnya. Bahkan menurut kabar yang diterima Harian Jogja, 15 WNA India ini dikabarkan masuk ke Sleman sudah sekitar tiga bulan lalu dan sempat tinggal di salah satu masjid di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KY Gandeng Media Massa Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kombes Adhitya Panji Anom Resmi Dilantik sebagai Kapolresta Sleman
- 500 Tenaga Honorer Pemkab Bantul Terima Sembako Jelang Lebaran
- Transporter Sampah di Gowongan Jogja Dapat APD untuk Cegah Penyakit
- Koperasi Desa Merah Putih Bantul Suplai Bahan MBG ke SPPG
- Mulai 14 Maret Bus Dilarang Masuk Jalan Panembahan Senopati Jogja
Advertisement
Advertisement








