Dua Hari, Polda DIY Bubarkan Aksi Balap Liar di Sekitar Stadion Maguwoharjo

Sejumlah remaja dibawa dan diperiksa di markas Dirsamapta Polda DIY setelah ditangkap seusai aksi balapan liar yang mereka lakukan di sekitar stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (26/4/2020). - Istimewa/Humas Polda DIY
26 April 2020 18:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama dua hari berturut-turut, yakni mulai Sabtu-Minggu (25-26/4/2020), aksi balapan liar di sekitar Stadion Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, yang biasa dilakukan oleh puluhan remaja seusai makan sahur, dibubarkan polisi.  

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan pembubaran aksi balap liar itu berawal dari laporan warga terkait adanya aksi tersebut, terutama saat setelah makan sahur. "Kami menurunkan 17 personel dari Regu 3 Kompi B dan gabungan bintara remaja kompi C Dirsamapta Polda DIY ke lokasi untuk menertibkan," ujar Yuliyanto, Minggu,

Dari pembubaran itu, polisi menangkap 55 pemuda beserta kendaraannya yang kemudian dibawa ke Dirsamapta Polda DIY. Pemilik kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat lengkap pun ditilang. "Polisi juga mencatat identitas kendaraan beserta pemiliknya. Tidak hanya mencatat identitas, polisi juga memanggil orang tua pelaku untuk datang ke kantor dan membuat surat pernyataan," kata mantan Kapolres Sleman ini.

Alih-alih kapok karena teman-temannya dicokok polisi, aksi balapan liar kembali terjadi lagi pada Minggu (26/4) di waktu yang sama yakni sehabis sahur dilaksanakan.

Alhasil, personel Dirsamapta Polda DIY yang berjumlah 17 orang personel kembali menangkap terhadap sejumlah remaja. Total ada 29 remaja ditangkap dalam penggerebakan tersebut. "Upaya yang sama kami lakukan, kami catat identitas kendaraan bermotor beserta pemiliknya. Kami juga panggil orang tuanya dan kita suruh untuk buat surat pernyataan," ujar Yuliyanto.

Lebih lanjut, Yuliyanto menegaskan jika ia dan jawatannya akan terus melakukan upaya penertiban di tengah pandemi Covid-19. Termasuk aksi balapan liar yang dilaksanakan di tengah Ramadan. "Jajaran Polres maupun polsek juga akan berupaya menertibkan masyarakat yang mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat di sejumlah titik yang dinilai rawan. Termasuk aksi balapan liar. Upaya tersebut dilakukan juga agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa diputus," ujar dia.