Bersama BI DIY, ACT Bantu Beras dan Bawang Merah untuk Pesantren

Ilustrasi beras - JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
27 April 2020 01:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY bersama Bank Indonesia (BI) DIY menyalurkan bantuan berupa beras, bawang merah, dan cabai kepada 14 pondok pesantren yang ada di DIY. Pondok pesantren menjadi salah satu lembaga yang terkena dampak pada masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini.

Total bantuan yang diberikan untuk para santri di 14 pesantren tersebut sebanyak 2.100 kilogram (kg) beras, 560 kg bawang merah, serta 210 kg cabai merah. Salah satu pesantren yang mendapat bantuan tersebut adalah Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret, Bantul.

Kepala Pondok Pesantren MBS Pleret, Bantul, Kamiluddin, mengapresiasi niat baik BI dan ACT untuk para santri dan dewan guru yang ada di pondoknya. “Semoga Allah membalas dengan yang lebih baik dan lebih banyak serta barokah, semoga BI serta ACT semakin besar dan bisa bermanfaat bagi umat manusia, dan semoga kita dijauhkan dari pandemi Covid-19, “kata Kamiluddin, dalam rilis ACT kepada Harian Jogja, Minggu (26/4/2020)

Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto mengatakan, Pesantren MBS Pleret merupakan salah satu dari sekian pesentren yang berimbas karena adanya pandemi Corona, salah satunya kesulitan dalam menyediakan bahan pokok.

Selain pemberian bantuan berupa kebutuhan pokok, BI bersama ACT juga melakukan penyemprotan disinfektan di 14 Pesantren tersebut, agar pesantren itu steril dari virus SARS CoV-2.

Bagus mengatakan aksi tersebut bukan pertama kalinya, namun sejak pertengahan Maret ACT DIY sudah melakukan aksi-aksi penanggulangan Covid-19, mulai dari penyemprotan cairan disinfektan, pemasangan wastafel portabel, pembagian masker dan handsinitizer, serta program-program pangan, seperti operasi beras gratis dan operasi makan gratis.

“Kegiatan yang dilakukan ACT DIY bersama BI DIY ini adalah salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok pesantren- pesantren di wilayah DIY dikala Covid 19 ini,” kata Bagus.

Sementera itu, Kepala BI DIY, Hilman Tisnawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian BI melalui program Sosial Bank Indonesia. “Dengan adanya paket sembako dapat meringankan beban pesantren di DIY, dimana kebanyakan santrinya tidak pulang dan beberapa usaha pesantren harus off sebagai dampak wabah Covid,” ujar dia. *