Jumlah Penghuni dua Gedung Karantina di Sleman Capai 35 Orang

Foto ilustrasi. - Reuters
28 April 2020 14:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah orang dalam pantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG) dan pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT) penghuni selter di Asrama Haji Yogyakarta terus bertambah. Saat ini di selter tersebut tercatat dihuni oleh sebanyak 32 orang.

Selain Asrama Haji Yogyakarta, sebanyak tiga orang OTG/PPAT juga menghuni Rusunawa Gemawang, Sinduadi, Sleman. Total jumlah warga penghuni dua selter tersebut berjumlah 35 orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan laporan pengelola karantina Covid 19 shelter Asrama  Haji dan Rusunawa Gemawang jumlah total peserta karantina yang ditangani sebanyak 56 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian peserta sudah rampung menjalani masa karantina.

"Penghuni yang selesai karantina tercatat sembilan orang. Adapun 12 orang yang sempat ditolak warga sudah dijemput keluarga untuk menjalani karantina di desa masing-masing," kata Evie sapaan akrab Shavitri Nurmala Dewi, Selasa (28/4/2020).

Dengan begitu, hingga kini selter Asrama Haji Yogyakarta masih dihuni oleh 32 orang. Sebanyak 25 orang ditempatkan di Gedung Muzdalifah dan tujuh orang di Gedung Madinah. "Untuk di Rusun Gemawang terdapat tiga orang yang berstatus OTG/PPAT," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Pemkab Sleman ini.

Disinggung soal keberadaan selter lainnya yang disiapkan Pemkab Sleman, yakni di Balai PMD Kemendagri, Kecamatan Kalasan, menurut Evie, sampai saat ini gedung tersebut masih belum bisa digunakan. “Itulah  sebabnya, sebagai alternatif, kami menyediakan Rusunawa Gemawang untuk menampung ODP/OTG/PPAT yang masuk ke Sleman. "Karena di Balai PMD Kalasan masih digunakan untuk kegiatan kami belum menggunakan gedung tersebut untuk selter," katanya.