Sudah 100 Warga Sleman Dites Cepat, Buntut Kasus Covid-19 Klaster Jemaah Tabligh

Sejumlah warga negara India yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di Masjid jami' Al-ittihad di Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (22/4/2020). - Ist\\n\\n
01 Mei 2020 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Upaya maksimal dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman untuk melacak penyebaran Covid-19 untuk klaster WN India dan Jemaah Tabligh. Dinkes kembali melakukan rapid test bagi warga di sekitar Masjid Al-Ittihaad.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan kegiatan tracing warga yang berhubungan erat dengan WN India dan juga jemaah tabligh di Masjid Al-Ittihaad Karangwuni terus dilakukan. Kamis (30/4/2020) Dinkes melalui Puskesmas Depok III kembali melakukan rapid test bagi warga sekitar masjid. "Untuk berapa jumlah yang dirapid test dan hasilnya masih belum ada laporan," katanya, Jumat (1/5/2020).

Sedikitnya, Dinkes sudah melakukan rapid test hampir 100 orang terkait klaster ini. Pada tahap awal, Dinkes melakukan rapid test bagi 15 WN India.

Hasilnya, sembilan reaktif dan pada akhirnya empat WN India dinyatakan positif Covid-19.

Setelah itu, Dinkes melakukan rapid test bagi 14 orang meliputi takmir, penerjemah WN India dan warga di sekitar masjid. Hasilnya enam orang termasuk takmir, penerjemah, isteri penerjemah dan anaknya dinyatakan reaktif dan dirawat di RS rujukan. Belakangan, disebut penerjemah dan istrinya dinyatakan negatif.

Tak hanya itu, penelusuran terhadap warga yang kontak erat dengan keluarga penerjemah di Cancangan, Wukirsari, Cangkringan. Sayangnya hingga kini Dinkes belum membeberkan hasilnya. Selain WN India, penelusuran terkait kasus positif Covid-19 dari jamaah tabligh juga terus dilakukan. "Kami akan terus mencari orang yang kontak erat dengan jemaah tablig," katanya.