PERAYAAN KELULUSAN: Siswa di Jogja Diperingatkan untuk Tidak Konvoi

Pelajar di kota Jogja merayakan kelulusannya dengan berkonvoi keliling kota, ada juga yang memilih merayakannya di Tugu Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
02 Mei 2020 05:37 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pengumuman kelulusan siswa sekolah jenjang SMA/SMK di DIY digelar pada Sabtu (2/5/2020) ini, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan. Meski digelar secara daring, sekolah tetap mengantisipasi supaya siswanya tidak merayakan kelulusan yang berakibat kerumunan massa dan konvoi.

Kepala SMKN 2 Jogja, Dodot Yuliantoro mengatakan sudah memberikan surat edaran ke orang tua agar memantau anak-anaknya untuk tetap di rumah pada hari pengumuman kelulusan karena pengumuman akan dilaksanakan secara daring. "Siswa untuk tidak berkerumun yang arahnya bisa ke konvoi, cukup dengan bersyukur di rumah saja," kata Dodot pada Jumat (1/5/2020).

Bagian kesiswaan di sekolah juga telah berkoordinasi dengan jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas wilayah setempat untuk membantu mengondisikan sekitar sekolah supaya tidak ada siswa yang nongkrong. Tim tata tertib di sekolah bersama dengan satpam juga akan mengendalikan situasi sekolah supaya tidak ada siswa yang datang ke sekolah secara bergerombol.

Dodot memastikan tidak akan ada siswanya yang konvoi atau kumpul-kumpul berkaitan dengan momen kelulusan. "Kalau ada yang melanggar, untuk siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus kami serahkan ke kepolisian, tapi untuk siswa kelas bawahnya, karena biasanya ada yang ikut-ikutan, akan kami panggil dengan orang tuanya untuk dibina," jelasnya.

Kepala SMAN 10 Jogja, Sri Murni menyatakan sudah meminta kepada seluruh wali kelas untuk menyampaikan ke orang tua siswa supaya para siswa tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 di rumah sekaligus menahan diri untuk tidak merayakan kelulusan dengan konvoi.

"Pengumuman dilaksanakan secara online melalui website sekolah dan grup Whatsapp wali kelas," kata Murni.

Otoritas sekolah juga senantiasa menekankan kepada para siswa untuk lebih meningkatkan ketakwaan dan keimanan selagi Ramadan. "Hal-hal yang bersifat useless dimohon untuk ditinggalkan, semisal konvoi, coret-coret, dan lain-lain," tegasnya.

Ketimbang corte-coret seragam, Murni mengajak siswanya untuk memperbanyak kegiatan positif seperti mengumpulkan seragam sekolah layak pakai untuk didonasikan ke pihak yang membutuhkan melalui sekolah.