Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bantul masih mencocokkan data penerima manfaat bantuan jaminan hidup atau jadup Covid-19.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin mengatakan kendala tersebut terjadi lantaran ada warga yang keberatan jika riwayat perjalanannya dibuka. Padahal, data tersebut jadi penentu seseorang memperoleh jadup Covid-19.
Sesuai Perbup Bantul No.40/2020, keluarga pasien dalam pemantauan [PDP], keluarga orang dalam pemantauan [ODP] dan pelaku perjalanan yang terdampak Covid-19 berhak atas jadup.
Diatur pula penerima manfaat tergolong keluarga tidak mampu. Laki-laki yang kerap disapar Anwar itu mencontohkan bila ada warga Bantul terkena PHK dan kehilangan pendapatan, lalu pulang ke kampung halaman, ia termasuk yang berhak mendapat jadup.
"Kami masih sinkronisasi data itu. Soalnya ada warga yang tersinggung ketika ditanya tentang pelaku perjalanan," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (2/5/2020).
Sejauh ini pendatataan masih mengandalkan laporan dari warga mulai tingkat pedukuhan hingga kecamatan. Tapi, hal itu masih sulit membuat warga yang bersangkutan mau terbuka soal statusnya sebagai pelaku perjalanan.
Beda hal dengan warga berstatus ODP dan PDP. Dinsos P3A mendapat data jumlah dan alamat mereka dari Gugus Tugas Penanganan Covid- 19 Bantul.
Anwar belum bisa memastikan kapan jadup Covid-19 itu akan cair. Pasalnya, saat ini pun masih dibicarakan teknis verifikasi data serta siapa saja yang berhak mendapatkannya.
"Apakah nanti PDP saja yang dapat atau PDP sekaligus ODP itu masih kami diskusikan," katanya.
Rencananya penerima jadup Covid-19 akan mendapat bantuan uang senilai Rp500.000 per keluarga yang akan diberikan sekali masa karantina. Uang tersebut bersumber dari APBD Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Golkar minta elit parpol lebih dewasa, hindari narasi provokatif, dan utamakan kepentingan bangsa di tengah dinamika politik nasional.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto ajak guru besar perkuat riset dan inovasi kampus untuk wujudkan kemandirian bangsa berbasis iptek.
Jepang vs Tunisia di Piala Dunia 2026: Ao Tanaka starter, Kubo absen cedera, Itakura jadi kapten. Cek susunan pemain lengkap di sini.
Seskab Teddy gelar Setkab Gengs, kompetisi inovasi ASN untuk dorong ide kebijakan dan dukung Asta Cita Prabowo.
Pemkot Jogja bedah rumah lansia miskin di Mergangsan, soroti kemiskinan warga tua tanpa penghasilan tetap.