Covid-19: Tenaga Medis Habis karena Isolasi Mandiri, Puskesmas Pleret Bantul Tutup

Ilustrasi - Freepik
04 Mei 2020 16:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul menutup sementara Puskesmas Pleret karena sebagian besar tenaga medis dan karyawan di puskesmas tersebut harus menjalani isolasi mandiri setelah berkontak langsung dengan pasien positif Coronavirus Disease (Covid-19). Penutupan puskesmas ini berlaku sampai 10 Mei mendatang.

Penutupan Puskesmas Pleret ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Bantul lewat akun Instagram @Pemkab Bantul. “Sehubungan dengan proses sterilisasi ruangan Puskesmas Pleret dan sebagian besar petugas puskesmas [dokter, dokter gigi, perawat, bidan, dan petugas lainnya] yang harus melakukan isolasi mandiri di rumah maka Puskesmas Pleret tutup mulai hari ini sampai dengan tanggal 10 Mei,” tulis akun Pemkab Bantul, Senin (4/5).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, saat dimintai konfirmasi mengatakan Puskesmas Pleret tutup bukan karena ada tenaga medis yang sudah dinyatakan positif, melainkan dikarenakan sebagain besar tenaga medis di puskesmas tersebut harus menjalani isolasi setelah bersinggungan dengan pasien positif.

“Kenapa Puskesmas Pleret tutup karena sebagian besar karyawannya di kontak dengan seseorang yang positif Covid-19 sehingga diisolasi di rumah,” kata Sri Wahyu.

Sementara, tenaga medis yang positif Covid-19 asal Kecamatan Sewon berusia sekitar 38 tahun selama ini bertugas di Puskesmas Pleret. Saat ini pasien itu sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, mengatakan dari penelusuran, terdapat 39 orang yang bersinggungan dengan tenaga medis tersebut dan sebagian besar di Puskesmas Pleret. Para tenaga medis tersebut terpaksa harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Sehingga [layanan Puskesmas Pleret tutup] karena kehabisan SDM [sumber daya manusia] untuk pelayanan,” kata Agus.

Meski tutup, namun layanan secara daring di puskesmas tersebut tetap jalan. Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan langsung dapat mengakses puskesmas yang terdekat dari Pleret.

Sebelumnya, ada enam tenaga medis dan satu orang non tenaga medis yang menunjukkan hasil reaktif berdasarkan tes cepat melalui rapid diagnostic test Corona. Mereka semua diisolasi di RSLKC untuk pemeriksaan lanjutan melalui tes swab. Baru satu tenaga medis yang dinyatakan positif Coroba setelah pemeriksaan melalui PCR. Sementara, lima lainnya masih menunggu hasil.

Dinas Kesehatan menduga tenaga medis yang tertular virus SARS CoV-2 penyebab Covid-19 itu terjadi ketika dalam proses screening para pelaku perjalanan dan penelusuran kontak erat dengan pasien positif. Sebab saat ini puskesmas di Bantul gencar melakukan penelusuran pelaku perjalanan dan yang berkontak erat.