Imbas Corona di Jemaah Tabligh, 90 Warga Bantul Harus Jalani Rapid Test

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
04 Mei 2020 17:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Puluhan orang yang diduga berkontak erat dengan pasien positif dari klaster jemaah tablig akbar Jakarta menjalani tes cepat melalui rapid test yang difasilitasi Dinas Kesehatan Bantul. Mereka diminta menjalani isolasi mandiri sampai ada hasil pemeriksaan rapid test kedua.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan sejauh ini kalster jemaah tablig akbar Jakarta merupakan klaster terbesar sebaran Covid-19 di Bantul. Total ada lima pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dari klaster tersebut.

Kelimanya ada di Kecamatan Banguntapan. Dari lima pasien tersebut, Dinas Kesehatan melakukan penelusuran kontak erat dan menemukan sebanyak 90 orang. “Klaster terbesar di Bantul adalah tablig akbar Jakarta. Sampai sekarang sudah ada lima positif dan 90 jamaah sudah di-rapid test hasil negatif rapid test pertama,” kata Sri Wahyu.

Selain di Banguntapan, klaster jemaah tablig akbar Jakarta juga ditemukan di Piyungan. “Jemaah yang di Piyungan diapatkan tujuh orang [hasil] rapid test positif satu keluarga,” kata dia. Ketujuh orang tersebut sudah diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Mereka akan menjalani tes swab untuk memastikan positif dan tidaknya dari virus Corona.

Proses penelusuran juga terus dilakukan. Namun pihaknya belum mendapat laporan dari Puskesmas Piyungan terkait jumlah yang sudah dilakukan rapid test dari klaster tersebut.

Sementara klaster terbesar kedua di Bantul adalah klaster Gowa Sulawesi Selatan. Dari klaster tersebut terdapat satu orang yang dinyatakan positif dan lima orang lainnya negatif hasil pemeriksaan rapid test. Klaster keempat adalah jemaah Gereja GPIB dan kelima Temboro, Magetan, Jawa Timur.
rujukan Covid-19.