Warga Positif Rapid Test Dekat Pasar Kranggan Adalah Penghuni Indekos

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
05 Mei 2020 21:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Salah satu pasien positif rapid test karena diduga terinfeksi Covid-19 yang ditemukan di Kota Jogja merupakan penghuni indekos.

Sebelumnya beredar broadcast pesan via Whatsapp yang berisi ajakan untuk tetap di rumah dan menghindari Kawasan Jalan Poncowinatan, Kelurahan Cokrodiningratan, Kota Jogja karena salah satu penghuni rumah di Kawasan tersebut terinfeksi Covid-19, Selasa (5/5/2020).

Di situ tertulis pesan merupakan perintah Lurah Cokrodiningratan dan bertandatangan RW 01.

Saat dikonfirmasi, Lurah Cokrodiningratan, mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan instruksi sebagaimana tertulis dalam pesan tersebut. “Itu yang membuat Ketua RW, sudah kami minta datang ke kantor untuk klarifikasi dan membuat pernyataan,” ujarnya.

Ia membenarkan adanya kasus dugaan positif Covid-19 di Kawasan yang dekat dengan Pasar Kranggan tepatnya di sebelah barat pasar tradisional tersebut. Kendati demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak ada stigma negatif terhadap pasien Covid-19 baik orang tanpa gejala (OTG), kasus positif, PDP, OPD maupun orang yang kontak dengan mereka.

Ia mengungkapkan sebelumnya sempat mendapat pesan Whatsapp dari Ketua RW 01 tersebut berkaitan dengan ditemukannya warga Poncowinatan yang diduga OTG Covid-19. Warga tesebut telah menjalani rapid test unutk screening awal Covid-19. Hasil rapid test menunjukkan positif atau reaktif. 

Ia pun menjawab pesan itu bahwa warga tidak perlu panik, sebab Dinas Kesehatan Kota Jogja telah melakukan tracing dan mengevakuasi pasien terduga OTG tersebut untuk isolasi di RSUD Jogja.

Sementara untuk warga yang tinggal di indekos yang sama dengan pasien ini, pihaknya akan memeriksakan di Puskesmas Jetis pada Jumat (8/5/2020) mendatang.

“Sudah kami koordinasikan dengan pengelola kos. Untuk lingkungan kos akan dilaksanakan disinfeksi,” ungkapnya.

Ia juga memastikan pasien tersebut telah mengisolasi diri sejak Sabtu (2/5/2020) dan tidak melakukan kontak dengan teman indekosnya, pengelola indekos.

Bahkan untuk kebutuhan makanan diantar oleh ojek online. Kepada masyarakat ia mengimbau jangan panik, dan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dan menjaga imun tubuh.