Disediakan 1.500 RDT, Ini Tanggal & Tempat Rapid Test Corona Massal Pengunjung Indogrosir Sleman

Indogrosir di Jl. Magelang tutup selama lima hari sejak Selasa (5/5/2020) karena dugaan paparan virus Corona. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
07 Mei 2020 03:07 WIB Hafit Yudi Suprobo & Abdul Hamid Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan menggelar rapid diagnostic test (RDT) Corona terhadap pengunjung Indogrosir. Tes cepat deteksi dini Covid-19 secara massal tersebut akan digelar selama tiga hari pada Selasa (12/5/2020) hingga Kamis (14/5/2020) pekan depan di Gor Pangukan.

Dalam keterangan tertulisnya, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan tes massal akan ditujukan kepada siapa saja yang mengunjungi Indogrosir Jl. Magelang pada kurun 25 April sampai dengan 4 Mei. Pemkab Sleman akan menyediakan 1.500 RDT Corona.

“Diskominfo [Dinas Komunikasi dan Informatika] Sleman sedang membuat protokol penyeleksian peserta RDT massal melalui aplikasi. Peserta tes mendaftar menggunakan aplikasi tersebut. Kuota RDT di Gor Pangukan Sleman adalah 1.500, akan dibagi dalam tiga hari berturut-turut,” kata Sri.

Tes massal digelar setelah pasien positif Covid-19 Kasus 79 diduga menulari rekan-rekannya di Indogrosir. Pasien laki-laki berusia 45 tahun dari Kecamatan Depok ini dinyatakan positif Covid-19 pada 24 April.

Sumber Misterius

Sumber dugaan penularan Covid-19 di Indogrosir masih misterius. Indogrosir sekarang sudah ditutup sementara, 300 pekerjanya menjalani rapid test, dan 57 orang menunjukkan hasil reaktif sehingga harus dites swab.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan kasus di Indogrosir tersebut berawal dari pasien Kasus 79 yang tidak jujur saat pendataan awal. Pasien tersebut baru terbuka saat menjalani perawatan di RSPAU Hardjolukito. Dia mengatakan bekerja di Indogrosir.

Dinkes pun melakukan rapid test massal kepada 300 pekerja Indogrosir sejak Sabtu (2/5/2020) sampai Selasa (5/5/2020). “Kasus 79 ini baru mengaku bekerja di pusat perbelanjaan itu. Tetapi info terbaru dia sudah keluar [resign]. Apakah dia sakit saat masih berstatus karyawan atau tidak masih kami dalami,” kata Joko.

Joko menjelaskan Kasus 79 masuk catatan khusus Dinkes karena tidak memiliki riwayat penyebab tertular Covid-19. Sumber penyebarannya juga belum diketahui karena pasien ini tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. “Sampai saat ini kami belum mengetahui kasus 79 tertular dari mana,” kata Joko.

Dia juga meralat pernyataannya yang menyebut sumber penyebaran Covid-19 di Indogrosir adalah pasien Kasus 67, laki-laki, 40, warga Depok, Sleman, yang sudah dinyatakan sembuh. “Saya koreksi, bukan terkait kasus 67 tetapi Kasus 79.”

Ditutup

Bupati Sleman Sri Purnomo sebelumnya menyurati manajemen Indogrosir agar menutup operasional pelayanan mulai Selasa (5/5/2020) hingga lima hari.

“Mulai Selasa, Indogrosir sementara kami tutup tidak boleh beroperasi. Setidaknya sampai lima hari ke depan,” kata Sri Purnomo.

Bupati mengatakan karyawan yang reaktif seusai di-rapid test telah menjalani isolasi hingga uji swab keluar. “Yang reaktif dilanjutkan swab. Hasil swab keluar antara empat sampai lima hari. Akan diketahui positif atau tidaknya. Kalau positif [terinfeksi Corona], wajib jalani isolasi di rumah sakit sampai sembuh,” kata dia.

Pemkab Sleman, kata SP, akan menyediakan ruang isolasi bagi karyawan Indogrosir sambil menunggu hasil swab. Dengan syarat, tempat tinggal karyawan tersebut memang tidak ideal untuk menjalani isolasi mandiri.

“Kalau rumah tidak memungkinkan kami siapkan. Kami punya asrama haji atau rusunawa di Sinduadi Mlati. Prinsipnya isolasi mandiri dan tidak mandiri tetap kami siapkan,” ujar Sri.

Bupati mengingatkan manajemen pusat perbelanjaan lainnya untuk meningkatkan kedisiplinan, terutama dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari pemakaian masker, physical distancing, dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dia berharap Indogrosir menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan yang ditutup karena Covid-19. Karyawan diminta untuk jujur jika merasa sakit atau tengah menjalani isolasi sebagai pasien Covid-19.

“Kasus ini menjadi pelajaran bagi pusat perbelanjaan lainnya. Pantau kesehatan karyawan secara intens. Laporkan jika ada gejala kasus Covid-19. Perhatikan anjuran dari pemerintah terkait protokol Covid-19,” katanya.

Sementara, saat Harian Jogja mencoba meminta keterangan kepada pejabat Manajemen Indogrosir Jogja, Cornelius Tony Suteja, melalui pesan pendek dan telepon, dia tidak merespons. Demikian juga dengan Marketing Director Indomarco Prismatama, Wiwiek Yusuf. Telepon maupun pesan singkat kepada direktur perusahaan pengelola Indogrosir yang dikirimkan pada Selasa malam tidak direspons.