Tidak Punya Toilet, Seorang Warga di Kulonprogo Diisolasi di Kelurahan

Ilustrasi. - Ist/Freepik
09 Mei 2020 04:27 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Klaster Ijtima Ulama Dunia Gowa menjadi salah satu penyumbang pasien positif di Kulonprogo. Tercatat beberapa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal klaster ini juga tercatat dirawat di RSUD Wates.

Salah satu peserta Ijtima Ulama Dunia Gowa asal Kapanewon Kokap yang dinyatakan reaktif melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) sempat dijemput langsung ambulans saat tengah menjalankan ibadah di Masjid Jami' Wates.

Lurah Kelurahan Wates, Bambang Sunartito menjelaskan setelah proses penjemputan diketahui dari rekaman CCTV bahwa ada jemaah masjid yang kontak dengan pasien yang dijemput ambulans tadi. "Jemaah tersebut sempat kontak, bahkan cipika-cipiki dengan pasien yang dijemput," jelasnya.

Bambang mengatakan dikarenakan beredar berita satu RW di daerah Kokap diisolasi karena berinteraksi dengan pasien reaktif, hal itu menimbulkan keresahan di sekitar warga Wates. Jemaah bernisial BD asal Kalurahan Wates itu selanjutnya diminta isolasi mandiri. "Persoalannya warga yang bersangkutan tidak memiliki toilet, setiap hari menumpang di toilet milik tetangga atau masjid," ujar Bambang.

Guna meredakan situasi di masyarakat dan sebagai tindakan pencegahan, Kelurahan Wates akhirnya memfasilitasi ruang isolasi mandiri di salah satu ruangan di Kelurahan Wates. Sebelumnya BD sempat diusulkan melakukan isolasi mandiri di Masjid Jami' Wates. Namun pihak takmir masjid keberatan dengan dalih mempertimbangkan jemaah lainnya.

"Setelah rembugan [berdiskusi] dengan beberapa pihak akhirnya kami putuskan untuk menarik yang bersangkutan ke Kelurahan Wates," jelasnya. Saat ini BD telah menjalani isolasi selama lima hari sejak Senin (4/5/2020).

Terkait logistik BD selama isolasi Bambang menjelaskan untuk kebutuhan makan yang bersangkutan dicukupi oleh Masjid Jami Wates. Bantuan akan diberikan 14 hari selama melakukan isolasi. "Sementara itu selama BD selaku kepala keluarga diisolasi, kebutuhan makan keluarga yang bersangkutan akan dicukupi oleh warga sekitar, " ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Jami' Wates, Syrwan Rosid mengimbau untuk menjaga kesehatan jiwa dan kemaslahatan jemaah diharapkan untuk melaksanakan maklumat bersama.

Sepekan yang lalu Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama Kementrian Agama, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat menandatangani maklumat bersama. Maklumat tersebut berisi kesepakatan untuk meniadakan seluruh kegiatan ibadah yang dapat menimbulkan kerumunan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Syrwan mengatakan bahwa pihak Masjid Jami' Wates telah berkoordinasi dengan Babinsa Kalurahan Wates hingga Ketua RW. "Kami hanya bisa membantu dengan memberikan bantuan hidup bagi jemaah selama diisolasi di Kelurahan Wates," jelasnya.