Kasus Keracunan MBG Berpeluang Diproses Pidana dan Perdata, Polisi Harus Proaktif
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO - Klaster Ijtima Ulama Dunia Gowa menjadi salah satu penyumbang pasien positif di Kulonprogo. Tercatat beberapa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal klaster ini juga tercatat dirawat di RSUD Wates.
Salah satu peserta Ijtima Ulama Dunia Gowa asal Kapanewon Kokap yang dinyatakan reaktif melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) sempat dijemput langsung ambulans saat tengah menjalankan ibadah di Masjid Jami\' Wates.
Lurah Kelurahan Wates, Bambang Sunartito menjelaskan setelah proses penjemputan diketahui dari rekaman CCTV bahwa ada jemaah masjid yang kontak dengan pasien yang dijemput ambulans tadi. "Jemaah tersebut sempat kontak, bahkan cipika-cipiki dengan pasien yang dijemput," jelasnya.
Bambang mengatakan dikarenakan beredar berita satu RW di daerah Kokap diisolasi karena berinteraksi dengan pasien reaktif, hal itu menimbulkan keresahan di sekitar warga Wates. Jemaah bernisial BD asal Kalurahan Wates itu selanjutnya diminta isolasi mandiri. "Persoalannya warga yang bersangkutan tidak memiliki toilet, setiap hari menumpang di toilet milik tetangga atau masjid," ujar Bambang.
Guna meredakan situasi di masyarakat dan sebagai tindakan pencegahan, Kelurahan Wates akhirnya memfasilitasi ruang isolasi mandiri di salah satu ruangan di Kelurahan Wates. Sebelumnya BD sempat diusulkan melakukan isolasi mandiri di Masjid Jami\' Wates. Namun pihak takmir masjid keberatan dengan dalih mempertimbangkan jemaah lainnya.
"Setelah rembugan [berdiskusi] dengan beberapa pihak akhirnya kami putuskan untuk menarik yang bersangkutan ke Kelurahan Wates," jelasnya. Saat ini BD telah menjalani isolasi selama lima hari sejak Senin (4/5/2020).
Terkait logistik BD selama isolasi Bambang menjelaskan untuk kebutuhan makan yang bersangkutan dicukupi oleh Masjid Jami Wates. Bantuan akan diberikan 14 hari selama melakukan isolasi. "Sementara itu selama BD selaku kepala keluarga diisolasi, kebutuhan makan keluarga yang bersangkutan akan dicukupi oleh warga sekitar, " ujarnya.
Ketua Takmir Masjid Jami\' Wates, Syrwan Rosid mengimbau untuk menjaga kesehatan jiwa dan kemaslahatan jemaah diharapkan untuk melaksanakan maklumat bersama.
Sepekan yang lalu Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama Kementrian Agama, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat menandatangani maklumat bersama. Maklumat tersebut berisi kesepakatan untuk meniadakan seluruh kegiatan ibadah yang dapat menimbulkan kerumunan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Syrwan mengatakan bahwa pihak Masjid Jami\' Wates telah berkoordinasi dengan Babinsa Kalurahan Wates hingga Ketua RW. "Kami hanya bisa membantu dengan memberikan bantuan hidup bagi jemaah selama diisolasi di Kelurahan Wates," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Timnas voli putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2026 usai membekuk Nepal 3-0. Skuad Garuda siap melakoni laga penentu juara grup.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Presiden Prabowo terima laporan Kapolri soal 95 korporasi yang sengaja bakar hutan. Pemerintah instruksikan pencabutan izin hingga proses pidana.
Kemenhaj memblokir akses SISKOPATUH dua travel umrah setelah muncul persoalan keberangkatan dan kepulangan jamaah.
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.