Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5/2020) malam./ ANTARA FOTO-Lutfi Andaru
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) DIY kembali menerima 80 orang pekerja migran Indonesia (PMI), Jumat (9/5/2020) malam. Kendati telah mengantongi surat keterangan sehat, PMI yang kembali ke daerah asalnya diminta tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19.
Kepala BP3TKI DIY Suparjo mengatakan instansinya kembali menerima 80 orang PMI dari Pusat. Mereka yang tiba di Terminal Giwangan pada Jumat malam, diangkut menggunakan delapan bus.
Mayoritas yang datang merupakan anak buah kapal (ABK) kapal pesiar dari AS. Mereka dipulangkan karena sampai saat kapal pesiar tidak beroperasi akibat pandemi virus Covid-19. "Secara umum kondisi mereka sehat. Kami sudah melakukan pengecekan saat mereka turun. Mereka semuanya mengantongi surat keterangan sehat setelah menjalani masa karantina di Jakarta," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (9/5/2020).
Meskipun mengantongi surat keterangan sehat, Suparjo meminta agar PMI yang kembali ke daerahnya masing-masing untuk tetap mengikuti aturan dan protokol penanganan Covid-19 di desa masing-masing. "Mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum berkumpul dengan keluarga," katanya.
Suparjo berharap agar warga tidak perlu khawatir dengan PMI yang datang kembali ke daerahnya. Alasannya sejak kembali ke Indonesia, para PMI ini sudah menjalani prosedur ketat penanganan Covid-19. Mulai pengecekan kesehatan hingga selesai menjalani karantina. "Kami masih menunggu rombongan lainnya selesai menjalani masa karantina di Jakarta. Kalau masa karantina di sana selesai, baru dikirim ke daerah," katanya.
Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI DIY Sri Purwanti menjelaskan dari 80 orang PMI yang tiba tidak semuanya berasal dari DIY. Hanya 16 orang yang berstatus warga DIY, sisanya berasal dari wilayah Jawa Tengah seperti Klaten, Solo, Magelang dan Temanggung. "Kedatangan para ABK di DIY karena kebetulan agen nya di Jogja. Jadi dikoordinasi oleh agen," kata Sri.
Sri menegaskan para ABK tersebut tidak ada yang bekerja di kapal penangkap ikan. Rata-rata ABK asal DIY bekerja di kapal pesiar dan memiliki jabatan baik sebagai chef, bartender dan roomboy. "Jadi seperti bekerja di sektor perhotelan," katanya.
Hingga kini, BP3TKI DIY terus mendata jumlah pasti PMI yang sudah pulang ke DIY. BP3TKI terus mencocokkan data PMI bersama Satgas Covid DIY untuk mengetahui kondisi pasti PMI yang masuk DIY. "Kami masih dalam proses pencocokan data PMI yang sudah kembali ke DIY. Data kami menunjukkan ada sekitar 200 lebih yang sudah kembali. Sementara yang masih ada di luar negeri atau belum kembali jumlahnya kami belum memiliki datanya," kata Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.