Kriminalitas Meningkat saat Pandemi, Warga Jogja Ramai-Ramai Gencarkan Siskamling

Ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Masyarakat Kulonprogo meningkatkan kewaspadaan dengan menggiatkan siskamling menyusul maraknya aksi pencurian di wilayah tersebut. Salah satunya dilakukan warga di Dusun Bendungan Lor, Kalurahan Bendungan, Wates.

"Sejak maraknya aksi pencurian di Kulonprogo, kami tergerak untuk jaga malam, kegiatan ini diikuti oleh para pemuda dan warga sekitar," kata salah satu tokoh pemuda Dusun Bendungan Lor, Wahyudi Sulaeman, Sabtu (9/5/2020).

Jaga malam itu dilakukan setiap pukul 21.00 WIB sampai menjelang sahur. Warga yang berjaga, kata Yudi, sapaan akrabnya akan berkeliling kampung setiap dua jam sekali secara bergantian.

Selain berjaga, warga juga membangun portal yang menutup seluruh gang masuk dusun. Portal itu mulai ditutup pada malam dan dibuka kembali esok harinya. Kehadiran portal itu untuk meminimalkan ruang gerak pencuri.

Sejak beberapa pekan terakhir marak kasus pencurian di Kulonprogo. Harian Jogja mencatat jumlah kasus pencurian di Bumi Menoreh mencapai lebih dari 10 kasus terhitung sejak 26 April hingga kemarin.

Kasus itu tersebar di sejumlah kapanewon meliputi Panjatan sebanyak satu kasus yaitu pencurian tabung gas melon; Wates sebanyak tiga kasus yakni pencurian pikap, sepeda motor dan alat elektronik; Sentolo tiga kasus yaitu pencurian perhiasan, uang puluhan juta rupiah dan mesin diesel traktor; dan Temon tiga kasus yaitu pencurian sepeda lipat, tabung gas dan motor.

Maraknya kasus pencurian itu dibenarkan oleh Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan. Namun ia enggan berspekulasi tentang penyebab maraknya kasus tersebut, apakah karena kebijakan asimilasi tahanan beberapa waktu lalu atau faktor lain terkait dengan dampak ekonomi akibat Covid-19.

Sudarmawan mengapresiasi kegiatan jaga malam yang dilakukan warga sebagaimana upaya antisipasi aksi pencurian itu. Namun warga tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, seperti penerapan physical distancing.

Ronda Malam
Di Gunungkidul, sejumlah desa kembali menggalakkan kegiatan ronda malam. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Kepala Desa Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ada isu maling berkeliaran di masyarakat. Kondisi ini pun menggerakkan warga untuk kembali menggiatkan kegiatan poskamling. “Masih isu karena di wilayah kami belum ada kejadian pencurian. Tetapi warga tetap waspada menggalakkan ronda jaga malam,” katanya.

Menurut dia, kegiatan ronda dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakt di lingkup masing-masing RT. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif.

Meski demikian, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. “Awalnya pada saat isu menyeruak, warga pada gencar dan malah terjadi kerumuman. Tapi setelah diberikan edukasi, warga kembali pada peraturannya untuk menjaga jarak,” katanya.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nurwidiastuti mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya warga menjaga keamanan lingkungan sekitar. Namun demikian, upaya pengamanan harus tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Corona, salah satunya tidak berkerumun.

Dia pun meminta dalam pengamanan lingkungan tidak membuat aksi sendiri-sendiri. Apabila menemukan orang yang melakukan hal yang mencurigakan diminta untuk tidak main hakim sendiri. “Kalau menemukan orang yang mencurigakan lebih baik dilaporkan ke polsek terdekat,” katanya.

Di Bantul, warga secara intens berjaga di sejumlah akses masuk ketika malam hari. Hal itu merupakan respons atas meningkatnya kriminalitas belakangan ini.

Warga Dusun Munggang, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Sulistiono menganggap siskamling sudah menjadi bagian dari masyarakat. Siskamling bisa menjadi alasan setiap warga untuk saling tegur sapa dan membantu antarsesama.

Bukan semata-mata karena situasi pandemi atau meningkatnya angka kriminalitas di sejumlah daerah.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Susilo menilai kondisi wilayahnya saat ini masih kondusif. Kalau pun ada tindak kriminal, para petugas di lapangan masih bisa menanganinya. Aktivitas giat siskamling yang dilakukan masyarakat, menurutnya merupakan langkah positif.