Advertisement
Sudah 7 Warga Bantul Positif Corona dari Klaster Indogrosir
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Pasien positif teinfeksi Coronavirus Disease atau Covid-19 dari klaster Indogrosir Sleman di Bantul bertambah empat orang per Senin (11/5/2020) menjadi tujuh orang. Dinas Kesehatan Bantul masih terus berupaya menelusuri semua yang berkontak erat dengan ketujuh pasien tersebut.
Empat pasien positif Covid-19 terbaru tersebut adalah perempuan, usia 20 tahun dari Kecamatan Srandakan. Sementara tiga lainnya laki-laki masing-masing usia 25 tahun, 32 tahun, dan 25 tahun. Ketiganya secara berurutan dari Kecamatan Pleret, Kasihan, dan Pajangan.
Advertisement
Sebelumnya tiga pasien positif Covid-19 dari klaster Indogrosir pada 8 Mei lalu adalah laki-laki, 24 tahun, laki-laki, 48 tahun, dan laki-laki, 44 tahun. “Semua dari klaster Indogrosir. Semua karyawan tersebut Orang Tanpa Gejala [OTG],” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Senin (11/5/2020).
Oky mengatakan ketujuh orang yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah bagian dari 14 orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test.
Pihaknya masih terus menelusuri semua pihak yang berkontak erat dengan ketujuh pasien tersebut, “Kami sedang melakukan tracing ke kontak erat. Prinsipnya orang yang kontak erat kami lakukan isolasi mandiri,” ujar Oky yang juga sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Listrik Padam di Sleman, Sejumlah Wilayah Terdampak
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 21 April 2026, Tiket Rp8.000
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
- DPRD Dorong Perluasan WFH ASN Kota Jogja untuk Hemat BBM
Advertisement
Advertisement








