Pasar Satwa dan Tanaman Hias Jogja Tetap Buka, Protokol Kesehatan Diterapkan

Tempat cuci tangan dipasang di pintu masuk bagian satwa Pasthy di masa pandemi Corona. - Harian Jogja/ Lugas Subarkah\\n
12 Mei 2020 03:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Meski di tengah Pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat harus tetap berjalan. Sebab itu, seluruh pasar di Kota Jogja tetap buka, dengan menerapkan protokol mencegahan penyebaran covid-19, salah satunya Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty).

Kepala Pasty, Bakoh Tumpon Langkir Hadi, menjelaskan selama masa pandemi Covid-19, Pasty tetap beroperasi, meski jumlah pengunjungnya menurun. “Biasanya kalau hari kerja sepi, kalau akhir pekan agak ramai,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Di Pasty trdapat setidaknya 408 pedagang satwa dan tanaman hias. Kepada para pedagang pihaknya selalu mewajibkan untuk mentaati protokol pencegahan penyebaran covid-19. Secara rutin setiap hari di lingkungan Pasty juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

Untuk para pengunjung, pihaknya mengimbau untuk menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid-19 melalui beberapa spanduk yang dipasang di sejumlah titik. Ia juga menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun sebanyak sembilan buah di bagian satwa dan tujuh buah di bagian tanaman hias.

Kepada pengunjung dan pedagang pihaknya juga secara berkala melakukan sosialisasi penerapan protokol pencegahan Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Mantrijeron. “Agar selalu menjaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono, menuturkan pihaknya telah menambahi tempat cuci tangan di semua pasar di Kota Jogja. “Penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan sebelum jam operasional pasar,” ujarnya.

Meski pembatasan fisik di lapangan masih sulit diterapkan, ia selalu mengimbau pengunjung agar menerapkan pembatasan fisik dengan menjaga jarak minimal satu meter, selalu menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum dan setelah masuk pasar.

Camat Mantrijeron, Subarjilan, mengatakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, wilayahnya melakukan sejumlah kegiatan, yakni meliputi peningkatan kebersihan baik individu maupun lingkungan rumah melalui pola hidup bersih dan sehat.

“Pembersihan memprioritaskan pada tempat atau benda yang sering disentuh, agar disemprot dengan disinfektan. Kami juga mengimbau warga untuk membatasi kegiatan yang bersifat pengumpulan masa dan mengalihkannya dengan media daring,” katanya.

Pihaknya juga selalu memantau pendatang baik warga setempat yang baru pulang dari bepergian maupun warga luar daerah yang singgah di tempat kerabatnya. Para pendatang ini diwajibkan untuk isolasi mandiri dan memeriksakan kondisi kesehatannya.