Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tempat cuci tangan dipasang di pintu masuk bagian satwa Pasthy di masa pandemi Corona. /Harian Jogja- Lugas Subarkah\n
Harianjogja.com, JOGJA-- Meski di tengah Pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat harus tetap berjalan. Sebab itu, seluruh pasar di Kota Jogja tetap buka, dengan menerapkan protokol mencegahan penyebaran covid-19, salah satunya Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty).
Kepala Pasty, Bakoh Tumpon Langkir Hadi, menjelaskan selama masa pandemi Covid-19, Pasty tetap beroperasi, meski jumlah pengunjungnya menurun. “Biasanya kalau hari kerja sepi, kalau akhir pekan agak ramai,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Di Pasty trdapat setidaknya 408 pedagang satwa dan tanaman hias. Kepada para pedagang pihaknya selalu mewajibkan untuk mentaati protokol pencegahan penyebaran covid-19. Secara rutin setiap hari di lingkungan Pasty juga dilakukan penyemprotan disinfektan.
Untuk para pengunjung, pihaknya mengimbau untuk menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid-19 melalui beberapa spanduk yang dipasang di sejumlah titik. Ia juga menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun sebanyak sembilan buah di bagian satwa dan tujuh buah di bagian tanaman hias.
Kepada pengunjung dan pedagang pihaknya juga secara berkala melakukan sosialisasi penerapan protokol pencegahan Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Mantrijeron. “Agar selalu menjaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono, menuturkan pihaknya telah menambahi tempat cuci tangan di semua pasar di Kota Jogja. “Penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan sebelum jam operasional pasar,” ujarnya.
Meski pembatasan fisik di lapangan masih sulit diterapkan, ia selalu mengimbau pengunjung agar menerapkan pembatasan fisik dengan menjaga jarak minimal satu meter, selalu menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum dan setelah masuk pasar.
Camat Mantrijeron, Subarjilan, mengatakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, wilayahnya melakukan sejumlah kegiatan, yakni meliputi peningkatan kebersihan baik individu maupun lingkungan rumah melalui pola hidup bersih dan sehat.
“Pembersihan memprioritaskan pada tempat atau benda yang sering disentuh, agar disemprot dengan disinfektan. Kami juga mengimbau warga untuk membatasi kegiatan yang bersifat pengumpulan masa dan mengalihkannya dengan media daring,” katanya.
Pihaknya juga selalu memantau pendatang baik warga setempat yang baru pulang dari bepergian maupun warga luar daerah yang singgah di tempat kerabatnya. Para pendatang ini diwajibkan untuk isolasi mandiri dan memeriksakan kondisi kesehatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Mau beli HP bekas untuk membuat konten? Simak tips memilih smartphone untuk video, editing, dan live streaming, mulai dari kamera hingga chipset.
Carlos Pena mewaspadai PSIM Jogja pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita membawa ambisi setelah membenahi kelemahan musim lalu.
Marc Marquez mengaku sempat melakukan kesalahan besar sebelum akhirnya menjuarai MotoGP Aragon 2026. Simak pengakuan lengkap pebalap Ducati tersebut.
Sinopsis film Siti si Vampir yang dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero. Film horor komedi ini tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Mengedepankan semangat kolaborasi dan kreativitas, CRSL Meet Fren resmi menggandeng Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM dalam sebuah kolaborasi