Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Gunungkidul Mulai Kekurangan Ruang Perawatan

Foto ilustrasi. - Reuters
14 Mei 2020 17:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Seiring bertambahnya pasien positif di Gunungkidul, rumah sakit rujukan mulai kekurangan ruangan perawatan.

Pemkab pun berkomunikasi dengan sejumlah rumah sakit agar ikut berpartisipasi terhadap upaya penanganan Covid-19.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, ruangan untuk perawatan Covid-19 sudah penuh karena hingga Kamis (14/5/2020) sedang merawat 17 pasien, baik yang berstatut positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini berarti seluruh ruangan perawatan sudah penuh karena sejak awal hanya menyediakan 17 tempat tidur. “Ada dua bangsal yang disediakan dan sekarang sudah penuh pasien,” kata Heru kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Fasilitas perawatan yang sudah penuh itu, RSUD pun berinisiatif membuka bangsal baru dengan kapasitas 14 kamar tidur. Hanya saja, rencana penambahan masih terkendala adanya pasien yang dirawat di bangsal tersebut. “Jumat [hari ini] baru keluar. Setelah semua kosong akan mulai dipersiapkan untuk perawatan Corona,” katanya.

Heru menjelaskan, wacana penambahan ruang perawatan juga tidak lepas adanya kebijakan rapid tes masif yang dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul. Hal ini untuk mengantisipasi adanya jumlah lonjakan pasien saat hasil tes keluar.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Direktur RS Panti Rahayu Wibowo Soerahjo. Menurut dia, untuk penanganan corona menydiakan empat kamar. Adapun saat ini sudah penuh untuk perawatan. “Memang ada yang akan ada yang pulang hari ini, tapi untuk penambahan ruangan tidak mungkin lagi,” katanya.

Dia beralasanan tidak bisa menambah ruang untuk perawatan Covid-19 karena ruangan yang terbatas. “Kami ada 50 kamar, jadi tidak mungkin digunakan semua. Kasian pasien yang lain yang dirawat tidak hanya karena corona,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, adanya penambahan kasus positif akan berpengaruh terhadap ketersediaan ruang perawatan. Ia mengaku sudah mendapatkan informasi terkait makin terbatasnya ruang perawatan di rumah sakit rujukan.

“Ini harus diantisipasi jangan sampai tidak ada ruangan perawatan,” katanya.

Menurut dia, untuk menambah ruang perawatan Covid-19, pemkab sudah berkoordinasi dengan tiga rumah sakit lainnya. Adapun rumah sakit ini meliputi RS PKU Muhammdiyah, Nur Rohmah dan Pelita Husada. “Tiga rumah sakit ini sudah kami hubungi. Kemungkinan akan tambah lagi di RS Bethesda Wonosari,” ungkapnya.