Mutasi Besar Kejagung Sentuh 90 Kajari se-Indonesia
Kejagung memutasi 90 Kajari di Indonesia, termasuk pergantian Kajari Jakarta Barat berdasarkan SK tertanggal 29 Juli 2026.
Indira Kalistha./YouTube-Gritte Agatha via Suara.com
Harianjogja.com, JOGJA - Belakangan ini, selebgram sekaligus Youtuber Indira Kalistha jadi topik pembicaraan hangat. Sebab ucapannya dianggap tak terpuji dan dirasa tidak pantas dilakukan seorang influencer.
Berawal dari podcast YouTube milik Gritte Agatha, Indira Kalistha menyebut, semua penyakit bisa menyebabkan kematian, sehingga ia memilih untuk mengabaikan anjuran pencegahan Covid-19.
Ia dalam video tersebut juga menyebut, tidak suka memakai masker dan mencuci tangan setiap kali menerima barang yang diantar oleh ojek online.
Ucapan Indira Kalistha tersebut seketika membuatnya dikritik oleh warganet. Banyak diantaranya yang berkomentar pedas padanya lantaran menganggap ia tidak menghargai usaha para tenaga kesehatan yang saat ini berjuang melawan virus tersebut.
Perihal ini, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus influencer, dr. Tirta ikut berkomentar melalui unggahan akun Instagramnya.
"Ye emang bener hidup. saya juga ga pake baju, ga pake sempak, juga hidup. Dan soal kebijakan masker, itu sudah diatur pemerintah. Cuci tangan campaignnya pun sudah sejak lama , namanya PHBS (pola hidup bersih sehat)," ujarnya.
Ia juga menuliskan, saat seseorang memiliki followers yang banyak maka otomatis orang tersebut memiliki pengaruh. hal ini menyebabkan setiap kontennya bisa memiliki dampak. Ia berharap, agar orang yang memiliki akun dengan pengikut yang banyak agar lebih memperhatikan dampak atau impact dari unggahan mereka.
"Hidup mati emang diatur oleh Allah. Saya tau. ada covid / tidak juga mati. Saya juga tau. Tapi itu bukan alasan anda semua untuk berkata yang meremehkan covid. Jadi saya ga tau, tujuan orang orang yang tiba-tiba di bulan Mei, berbicara \'makan ga cuci tangan di depan publik\' mau pansos ikut-ikutan riding wave konspirasi apa gimana," tulis dr. Tirta
Ia juga mempertanyakan sikap dari influencer tersebut yang menurutnya tiba-tiba muncul sambil mengeluarkan ucapan yang kontroversial.
"Anda bisa digas habis ama semua publik. Baik yang pro konspirasi / kontra konspirasi. Soalnya, kemana aja selama 3 bulan ini? Kok tiba-tiba bicara covid? Kritis dan egois itu beda kawan. Camkan itu. Dan jika di sebut \'mereka semua ga ngerti\' oke saya dokter, saya ga dianggep ngerti. Gapapa. Tapi inget lho, jangan salahin, kalo start today, jutaan orang mencela tindakan anda. Jutaan orang yang merugi karena covid entah secara fisik dan jasmani," kata dr. Tirta.
Sebagian besar kolom komentar unggahan tersebut juga berisi komentar kecewa netizen lantaran saat ini tidak sedikit influencer yang tidak menyebarkan konten positif tapi justru membuat konten yang membodohi masyarakat.
"Kebanyakan di era skrg banyak INFLUENCER TOXIC dadakan yang mencari followers / endorse-an dengan membuat KONTEN yang membodohi Masyarakat. So please BE WISE DALAM MEMILIH CONTOH INSPIRASI," kata akun Tamaradai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com, Instagram
Kejagung memutasi 90 Kajari di Indonesia, termasuk pergantian Kajari Jakarta Barat berdasarkan SK tertanggal 29 Juli 2026.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.