DPR Bahas RUU Perampasan Aset di Tengah Demo 27 Agustus
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Indira Kalistha./YouTube-Gritte Agatha via Suara.com
Harianjogja.com, JOGJA - Belakangan ini, selebgram sekaligus Youtuber Indira Kalistha jadi topik pembicaraan hangat. Sebab ucapannya dianggap tak terpuji dan dirasa tidak pantas dilakukan seorang influencer.
Berawal dari podcast YouTube milik Gritte Agatha, Indira Kalistha menyebut, semua penyakit bisa menyebabkan kematian, sehingga ia memilih untuk mengabaikan anjuran pencegahan Covid-19.
Ia dalam video tersebut juga menyebut, tidak suka memakai masker dan mencuci tangan setiap kali menerima barang yang diantar oleh ojek online.
Ucapan Indira Kalistha tersebut seketika membuatnya dikritik oleh warganet. Banyak diantaranya yang berkomentar pedas padanya lantaran menganggap ia tidak menghargai usaha para tenaga kesehatan yang saat ini berjuang melawan virus tersebut.
Perihal ini, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus influencer, dr. Tirta ikut berkomentar melalui unggahan akun Instagramnya.
"Ye emang bener hidup. saya juga ga pake baju, ga pake sempak, juga hidup. Dan soal kebijakan masker, itu sudah diatur pemerintah. Cuci tangan campaignnya pun sudah sejak lama , namanya PHBS (pola hidup bersih sehat)," ujarnya.
Ia juga menuliskan, saat seseorang memiliki followers yang banyak maka otomatis orang tersebut memiliki pengaruh. hal ini menyebabkan setiap kontennya bisa memiliki dampak. Ia berharap, agar orang yang memiliki akun dengan pengikut yang banyak agar lebih memperhatikan dampak atau impact dari unggahan mereka.
"Hidup mati emang diatur oleh Allah. Saya tau. ada covid / tidak juga mati. Saya juga tau. Tapi itu bukan alasan anda semua untuk berkata yang meremehkan covid. Jadi saya ga tau, tujuan orang orang yang tiba-tiba di bulan Mei, berbicara \'makan ga cuci tangan di depan publik\' mau pansos ikut-ikutan riding wave konspirasi apa gimana," tulis dr. Tirta
Ia juga mempertanyakan sikap dari influencer tersebut yang menurutnya tiba-tiba muncul sambil mengeluarkan ucapan yang kontroversial.
"Anda bisa digas habis ama semua publik. Baik yang pro konspirasi / kontra konspirasi. Soalnya, kemana aja selama 3 bulan ini? Kok tiba-tiba bicara covid? Kritis dan egois itu beda kawan. Camkan itu. Dan jika di sebut \'mereka semua ga ngerti\' oke saya dokter, saya ga dianggep ngerti. Gapapa. Tapi inget lho, jangan salahin, kalo start today, jutaan orang mencela tindakan anda. Jutaan orang yang merugi karena covid entah secara fisik dan jasmani," kata dr. Tirta.
Sebagian besar kolom komentar unggahan tersebut juga berisi komentar kecewa netizen lantaran saat ini tidak sedikit influencer yang tidak menyebarkan konten positif tapi justru membuat konten yang membodohi masyarakat.
"Kebanyakan di era skrg banyak INFLUENCER TOXIC dadakan yang mencari followers / endorse-an dengan membuat KONTEN yang membodohi Masyarakat. So please BE WISE DALAM MEMILIH CONTOH INSPIRASI," kata akun Tamaradai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com, Instagram
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Melvyn Lorenzen kembali berlatih bersama PSS Sleman setelah absen. Pieter Huistra menilai winger Uganda itu memiliki kualitas bagus.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menutup gelaran BNI wondrX 2026 setelah berlangsung selama tiga hari pada 21–23 Agustus 2026
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Caturtunggal menjadi wilayah dengan pendaftar terbanyak, yakni 11 orang.
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Warga Semin menggali aliran Kali Oya yang mengering untuk mendapatkan air bersih.